CILEGON, biem.co — Penguatan ekosistem ekonomi sirkular melalui program Kolaborasi Ekonomi Sirkular Kelola Sampah di Sekolah (KOLASE) di Kota Cilegon tidak hanya berfokus pada edukasi pelajar, tetapi juga mengoptimalkan peran strategis bank sampah sebagai penggerak utama di tingkat lokal.
Melalui program yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon bersama PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) dan Yayasan Bakti Barito ini, sebanyak 120 sekolah kini terhubung langsung dengan 11 mitra bank sampah.
Kehadiran bank sampah menjadi elemen krusial dalam rantai pengelolaan sampah berbasis sekolah, di mana mereka berperan aktif mendatangi titik-titik sekolah mitra untuk melakukan penimbangan, pencatatan, hingga pembayaran material daur ulang yang telah dipilah oleh para siswa dan guru.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, menjelaskan bahwa sinergi ini dirancang agar perputaran ekonomi di tingkat lokal dapat berjalan beriringan dengan kebersihan lingkungan.
“Jadi polanya, bank sampah yang ada di radius sekolah tersebut akan datang melakukan pengambilan, penimbangan, dan pembayaran. Sehingga wilayahnya bergerak, sekolahnya bersih, dan ekonominya berputar,” ujar Sabri.
Lebih lanjut, DLH Kota Cilegon berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan manajemen tata kelola dan keuangan kepada para pengelola bank sampah. Upaya ini diperkuat dengan menghadirkan narasumber ahli serta memfasilitasi akses permodalan melalui sinergi dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (DLDH), yang menawarkan skema pinjaman lunak bagi para penggerak lingkungan dengan bunga ringan.
Sementara itu, Direktur Legal, Hubungan Eksternal, dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri Group, Edi Rivai, menambahkan bahwa pelibatan 11 mitra bank sampah ini memberikan manfaat ekonomi langsung sekaligus memperluas praktik pemilahan sampah kepada lebih banyak warga sekolah untuk mengurangi timbulan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dengan cakupan yang terus diperluas hingga 120 sekolah dan ditargetkan menjangkau 200 sekolah pada tahun 2027, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian bank sampah lokal sekaligus mewujudkan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Cilegon. (Arief)








