Terkini

Menyebrang Pulau, BI Banten Bawa Layanan Rupiah hingga Cek Kesehatan ke Tunda dan Panjang

SERANG, biem.co – Tak semua layanan bisa menunggu masyarakat datang. Di tengah keterbatasan akses perbankan di wilayah kepulauan, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten memilih menyeberang untuk mendekatkan layanan kepada warga.

Melalui program Kas Keliling, BI Banten membawa layanan Rupiah, edukasi QRIS, perlindungan konsumen hingga layanan kesehatan gratis ke Pulau Tunda dan Pulau Panjang, Kabupaten Serang.

Kegiatan tersebut diawali dari Markas Lanal Banten, Cilegon, Selasa (29/9/2026). Kepala OJK Banten Adi Dharma turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Lanal Banten, perbankan, dan sejumlah pihak terkait.

Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan, kehadiran BI di wilayah kepulauan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan terpencil tetap mendapatkan akses layanan.

Menurutnya, keterbatasan akses perbankan masih menjadi tantangan bagi masyarakat di pulau-pulau.

Karena itu, kehadiran layanan Kas Keliling BI dinilai menjadi langkah konkret untuk mendekatkan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperoleh Rupiah yang layak edar.

Ia juga menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan tugas Lanal Banten dalam mendukung program pemerintah pusat maupun daerah, termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penyebaran informasi hingga wilayah kepulauan.

“Terima kasih kepada Bank Indonesia atas kolaborasinya. Ini merupakan bentuk sinergi untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Deputi Perwakilan BI Banten Yusuf Wicaksono menjelaskan, layanan yang dibawa dalam kegiatan tersebut tidak hanya penukaran uang.

BI juga memberikan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, sosialisasi transaksi menggunakan QRIS, edukasi perlindungan konsumen serta literasi mengenai keamanan dalam bertransaksi.

“Layanan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memenuhi kebutuhan Rupiah masyarakat, sekaligus memberikan pemahaman mengenai penggunaan Rupiah dan transaksi digital yang aman,” katanya.

Menurutnya, kemudahan transaksi digital juga harus diikuti dengan pemahaman terhadap risikonya. Karena itu, masyarakat perlu dibekali literasi mengenai perlindungan konsumen dan cara bertransaksi secara aman.

Tak berhenti di layanan keuangan, perjalanan menuju Pulau Tunda dan Pulau Panjang juga membawa layanan kesehatan gratis melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Fatimah.

Layanan ini diberikan karena akses kesehatan di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Jarak, waktu dan lokasi terkadang membuat masyarakat menunda pemeriksaan kesehatan.

“Karena kesehatan itu penting, kami berkolaborasi memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat di Pulau Tunda dan Pulau Panjang,” ujarnya.

Staf Ahli Bupati Serang Bidang SDM dan Kesra, Encup Suplikah, mengapresiasi langkah BI Banten bersama Lanal Banten, OJK, BMPD, Rumah Sakit Fatimah dan seluruh pihak yang terlibat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

Ia juga menilai edukasi mengenai Rupiah dan QRIS penting diberikan kepada masyarakat, termasuk bagaimana menggunakan layanan digital secara bijak serta memahami perlindungan konsumen.

“Ini merupakan kolaborasi yang konkret untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat Pulau Tunda dan Pulau Panjang,” katanya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Serang, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi Kabupaten Serang yang ke-500 pada 8 Oktober mendatang.

Terlebih, edukasi dan perluasan transaksi digital hingga desa dan wilayah kepulauan dinilai dapat membuka akses masyarakat terhadap layanan yang sebelumnya tidak mudah dijangkau.

Pada akhirnya, perjalanan BI menuju Pulau Tunda dan Pulau Panjang bukan sekadar membawa uang untuk ditukarkan.

Ada Rupiah yang dijaga, pengetahuan transaksi digital yang dibagikan, perlindungan konsumen yang diperkenalkan, hingga layanan kesehatan yang langsung menyapa masyarakat. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button