JAKARTA, biem.co– Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum resmi menjalin kerja sama dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) untuk memperkuat pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) di bidang ekonomi kreatif. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian dalam agenda puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026 di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Kolaborasi ini bertujuan memperluas jangkauan perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku ekonomi kreatif, sekaligus mendorong pemanfaatan karya sebagai aset yang memiliki nilai ekonomi. Kerja sama tersebut juga diharapkan menjangkau jaringan GEKRAFS di luar negeri untuk memperkuat pemahaman pelaku kreatif Indonesia mengenai pentingnya pelindungan karya dan identitas usaha.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Hermansyah Siregar, mengatakan kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi kedua pihak dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita harapkan dengan penandatanganan kesepakatan ini, work plan kita, kerja sama kita dapat menggerakkan ekonomi kreatif sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi,” ujar Hermansyah.
Menurut Hermansyah, kekayaan intelektual memiliki peran penting dalam mendorong inovasi sekaligus memberikan perlindungan terhadap karya dan produk yang dihasilkan pelaku ekraf. Karena itu, pencatatan dan pendaftaran KI perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha agar karya yang dihasilkan mendapatkan perlindungan sesuai.
“Selain mendorong inovasi, rezim kekayaan intelektual mendorong produk-produk ekonomi kreatif dilakukan pendaftaran, diregistrasi, dan diproteksi dalam hal kekayaan intelektualnya,” kata Hermansyah.
Sekretaris Jenderal DPP GEKRAFS, Temi Sumarlin, menilai kolaborasi dengan DJKI menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran pelaku ekonomi kreatif mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang memahami pentingnya kekayaan intelektual dan tentunya kita juga terus memastikan kreativitas yang dihasilkan para pelaku ekraf dapat berkembang dan memberikan manfaat,” ujar Temi.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum DPP GEKRAFS sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian juga menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Perhatian pemerintah terhadap sektor ini menjadi dorongan bagi GEKRAFS untuk terus memperjuangkan pengembangan industri kreatif nasional.
“Presiden Prabowo sangat komitmen dengan ekonomi kreatif, bahkan di Asta Cita dua kali beliau menyebutkan ekonomi kreatif. Tentunya perhatian beliau luar biasa dan ini tentunya menjadi semangat kita bersama. Masih banyak lagi yang kita perjuangkan,” kata Kawendra dalam sambutannya pada puncak HEKRAFNAS 2026.
Penandatanganan kerja sama GEKRAFS dengan DJKI merupakan salah satu agenda strategis dalam puncak HEKRAFNAS 2026. Dalam kegiatan tersebut, GEKRAFS juga menandatangani nota kesepahaman dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan KJRI Pakistan sebagai bagian dari upaya memperluas kolaborasi lintas sektor dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional maupun internasional.
Rangkaian acara turut mencakup peluncuran maskot GEKRAFS Krafa Krafi, penyelenggaraan EKRAF Awards, serta penyerahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas 131 hari Roadshow Ekonomi Kreatif. Puncak peringatan juga diisi dengan doa bersama dan penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan M. Maulana Bungaran, serta Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Riza Sabana.
Hadir pula Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS Sandiaga Salahuddin Uno, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GEKRAFS dari berbagai provinsi, Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN), GEKRAFS Kampus, dan GEKRAFS School.
Peringatan HEKRAFNAS 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai mitra di antaranya Bank BRI, Bank Mandiri, Sucofindo, PGN Saka, NT Corp, serta mitra lainnya. Melalui kerja sama dengan DJKI ini, GEKRAFS berharap edukasi dan pendampingan kekayaan intelektual lebih banyak pelaku ekonomi kreatif, termasuk UMKM dan jaringan kreatif Indonesia di luar negeri. (Red)








