InspirasiOpini

Catatan Redaksi: Kamu yang Lelah, Teruslah Memupuk Mimpi!

 

Menjadi penulis memang mimpi sebagian besar orang. Profesi penulis semakin terdengar “seksi” akhir-akhir ini. Katanya, penulis itu sebelas-dua belas dengan selebritas—terkenal, tajir juga tentunya. Meski tak selamanya anggapan itu benar, karena penulis sejati tak pernah memburu popularitas dan materi. Bagi mereka, melahirkan tulisan yang bermakna dan menginspirasi adalah tujuan utama. Tapi kita tak boleh juga tutup mata, Raditya Dika, Andrea Hirata, atau Asma Nadia adalah "model" penulis sukses Tanah Air yang telah membuktikan bahwa dengan menulis, mereka dikenal lewat buku-buku mereka, bahkan sampai diadopsi ke layar lebar. Dari mereka kita jadi tahu bahwa penulis bukanlah profesi yang sia-sia. 

 

Sahabat biem yang kekeuh pengin jadi penulis, meski halangan dan rintangan datang silih berganti—naskah selalu ditolak, diledek teman-teman, dan kalian semakin menderita ketika orangtua tak mendukung pula, jangan sedih! Tidak hanya kalian yang mengalami itu. Penulis tersohor seperti J.K. Rowling mengerti banget perasaan kalian, sebab, dia pun pernah berada pada posisi itu, mungkin jauh lebih tragis.

J.K. Rowling, penulis novel Harry Potter yang fenomenal ini, dalam cuitannya di Twitter pada 15 Agustus 2015 kemarin, memberikan semangat kepada seorang pengguna sosmed burung biru itu, yang tengah menghadapi permasalahan untuk menjadi penulis.

http://cdn.klimg.com/newshub.id/real/2015/08/17/39725/rowling_1.jpg

Pemilik akun @potterimortal curhat kepada Rowling, bahwa orangtuanya bilang penulis bukan profesi yang layak.

Dalam akun @jk_rowling, Rowling menjawab, "Lakukan apa yang kulakukan: berpura-puralah kamu ingin melakukan sesuatu yang lain dan menulislah secara diam-diam sampai kamu bebas melakukan apa pun yang kamu inginkan."

Sahabat biem pasti sudah tahu, kan? Mbak Rowling bisa menerapkan nasihatnya itu pada diri sendiri sampai akhirnya dia menjadi penulis bergengsi seperti sekarang. Hanya dalam kurun waktu lima tahun dia meraih kesuksesan dan lepas dari pengangguran. Ini fakta! Bahwa sebelum Harry Potter “meledak”, Mbak Rowling sama, kok, seperti kita (baca: pengangguran). Hehehe.

 

Memang, di dunia ini tidak ada kesuksesan yang gratis. Selalu ada harga yang harus kita bayar untuk sebuah kesuksesan, yaitu pengorbanan. Jadi, mulai sekarang, fokuslah melangkah, biarkan hatimu bicara, tulislah kisah yang memang ingin kamu ciptakan. Jangan pernah lelah berlatih menulis, membaca, membaca, membaca, dan mengamati sekelilingmu. Itu semua adalah pengorbanan yang harus kamu sediakan untuk menebus mimpimu jadi penulis ketjeh!

 

Salam berkarya dan berbagi inspirasi!

Editor in Chief
 

 

Editor :

Related Articles

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *