KabarTerkini

Puluhan Pelajar dan Mahasiswa Belajar ‘Menulis dengan Hati’

 

CILEGON, biem.co — Seni tulis-menulis saat ini menjadi daya tarik tersendiri di kalangan remaja maupun dewasa. Tak dipungkiri, banyak karya-karya besar hasil kreasi tulisan remaja dan dewasa di era globalisasi ini, yang memberi inspirasi. Demi memperdalam ilmu jurnalistik dan penulisan, lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa cabang Banten bekerja sama dengan biem.co menggelar pelatihan jurnalistik dan penulisan dengan tema "Menulis dengan Hati" di Gedung Pemberdayaan Dompet Dhuafa Banten, Cilegon, Rabu (30/3).

 

Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari pelajar SMA dan mahasiswa se-Provinsi Banten.

 

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten, Abdurrahman Usman membuka acara tersebut.

"Menulis itu asyik. Dengan menulis semua kejadian yang telah kita alami akan selalu terekam. Oleh karena itu, menulislah mulai dari saat ini!" katanya.

Dalam acara tersebut, penyelenggara menghadirkan dua pemateri, Hilal Ahmad yang memaparkan materi teknik menulis hard news dan Setiawan Chogah memaparkan jurnalisme sastrawi (feature). Kedua materi sangat berkaitan erat, pasalnya, hard news dan feature sama-sama merupakan produk jurnalistik yang ditulis berdasarkan fakta.

 

"Menulis berita itu dimulai dari mencari ide berita, kemudian menentukan judul, kemudian lanjut ke menulis, hingga bisa dimuat di media. Usahakan judul semenarik mungkin, karena judul yang menarik akan menggugah rasa penasaran pembaca," ungkap Hilal.

Seraya dengan hal itu, Setiawan Chogah, mengatakan, menulis berita itu tidak sulit, apalagi berita yang ditulis dengan cara bercerita atau jurnalisme sastrawi.

 

“Secara teknik, panduan menulis feature sama dengan menulis berita, sama-sama mengungkap fakta. Feature adalah produk jurnalistiik, jadi tidak boleh fiktif,” katanya.

 

Kata Chogah, menarik atau tidaknya sebuah karya feature di mata pembaca sangat ditentukan oleh gagasan yang diangkat, gaya penulisan, suasana yang dibangun, dan pesan moral yang disampaikan. Chogah menekankan, karya feature harus mampu membawa dan menyampaikan pesan kepada pembacanya.

 

“Selain hal-hal di atas, intro atau pembuka feature memiliki peranan penting. Kalimat pembuka menentukan feature kita akan dibaca sampai habis atau justru dibuang,” ujar Chogah.

 

Chogah menjelaskan, banyak cara untuk membuat intro feature yang menarik, seperti dengan intro bercerita, intro deskriptif, intro kutipan, intro dialog, intro menjerit, dan intro statistik.

Salah satu peserta pelatihan, Ilham, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengaku, kegiatan ini sangat bermanfaat.

 

“Acara ini seru! Kebetulan saya suka membaca. Semoga dengan pelatihan ini, saya dan peserta lain dapat mengasah kemampuan saya di bidang jurnalistik dan penulisan. Pengin juga karya saya yang dibaca orang," ujarnya. 


Dilaporkan oleh Aldi Renaldi

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *