KabarTerkini

DPRD Kabupaten Serang Nilai Pemkab Lamban Tangani Bencana

                            

KABUPATEN SERANG, biem.co – Pasca terjadinya musibah banjir dan longsor, yang melanda wilayah Mancak, Anyer, dan Cinangka, pemerintah daerah masih terus melakukan upaya penanganan bencana. Namun penanganan bencana dinilai masih agak lamban, mengingat pemerintah daerah masih melakukan identifikasi. Seharusnya pemerintah daerah melalui SKPD terkait bergerak cepat dan merumuskan secara tepat terkait kerugian akibat bencana.

 

"Pemerintah daerah jangan menunggu bantuan dari provinsi maupun pusat, akan tetapi harus mengalokasikan dana yang ada terlebih dahulu, sebelum bantuan turun dari pusat dan pemprov," ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Heri Azhari, Senin (8/8/2016). 

 

Selain itu juga, masalah identifikasi pasca terjadinya bencana seharusnya dalam waktu satu minggu sudah ada data riil terkait kerugian pasca bencana, namun hal itu masih dinilai lamban, mengingat Pemkab Serang masih melakukan identifikasi dan inventarisir kerugian akibat bencana tersebut.

 

Menurutnya, Pemkab Serang harus melaksanakan percepatan pemulihan pasca bencana yang terjadi, karena masyarakat tidak memahami masalah proses administrasi, ada beberapa penanganan yang mengalami keterlambatan.

 

“Meski ada keterlambatan dalam penanganan bencana yang terjadi, harus dijadikan catatan, jangan sampai musibah tersebut terulang kembali di kemudian hari,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Zaeni, Senin (8/8/2016).

 

Musibah bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Mancak, Anyer, dan Cinangka masih dalam tahapan pemulihan pasca bencana. Perlu diketahui, dinas pekerjaan umum mengajukan dana untuk perbaikan infrastruktur senilai Rp5,5 miliar ke pusat. (firo)

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *