OpiniReview

Resti Meidiyani Dimyati: AIKA, Siap Bekerja Sesuai Minat

Resti Meidiyani Dimyatibiem.co — Kalian semua pasti masih ingat ajang X Factor, kan? Iya, ajang menyanyi asal Amerika ini tidak hanya sekadar menampilkan kualitas suara yang bagus. Tapi, setiap kontestan punya mentornya masing – masing yang membuat mereka makin semangat dan bisa menampilkan penampilan terbaik mereka di panggung. Tapi, di sini saya bukan ingin membicarakan X Factor, ya! Bisa kalian bayangkan jika keahlian kita ditunjang dengan pelatihan dan mentor yang ahli di bidangnya? Semua orang pasti punya minat dan bakatnya masing – masing, yang bila diasah bisa jadi keahlian. Nah, keahlian itu bisa digunakan untuk kalian bekerja di bidang yang kalian sukai. Menyenangkan bukan, jika kita bekerja sesuai dengan minat yang kita sukai? Tapi sayang, banyak keahlian yang belum bisa diasah dengan semestinya. Jadi, hanya sekadar keahlian saja.

Untuk itu saya ingin mengenalkan AIKA yang merupakan kependekan dari Akademi Indonesia Kreatif. Dari namanya saja mungkin telah membuat kalian penasaran, kan? Program ini dicetus oleh Komunitas Banten Muda (biem.co). Jadi, AIKA itu adalah akademi yang bisa melatih keahlian kalian supaya bisa siap terjun ke dunia kerja. Konsen-nya di bidang kepenulisan dan tiga lainnya. Awalnya teman saya memberikan informasi tentang AIKA ini, dengan antusias dia mengajak saya segera menyiapkan persyaratan untuk ikut serta. Berkat semangat dan motivasinya dan juga motivasi keluarga, Alhamdulillah saya menjadi salah satu peserta yang lolos seleksi. Mulai dari tahap pemberkasan, wawancara, dan alhamdulillah diterima bersama keempat teman lainnya. Tentunya bisa belajar mendalami dunia kepenulisan tiap Sabtu. Kepenulisan di sini lebih kepada dunia jurnalistik.

Biasanya setiap Sabtu, saya sering beli seblak favorit dekat rumah. Tapi sekarang lebih baik saya simpan untuk ongkos PP Pandeglang – Serang. Karena biasanya saat weekend ongkos angkutan umum suka berbeda. Sejak memutuskan untuk kuliah dan ikut berbagai kegiatan bermanfaat ini, saya harus pintar – pintar mengatur uang dan waktu. Bapak saya telah lama meninggal dan mamah saya sering sakit – sakitan. Uwa (sebutan untuk kakak dari ibu/bapak dalam bahasa Sunda) yang membiayai hidup saya. Saya tidak bisa hanya mengandalkan beliau saja. Saya harus sering mencari dan mendapatkan berbagai macam beasiswa untuk meminimalisir pengeluaran beliau.

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Beasiswa AIKA ini adalah salah satu kesempatan emas, yang tak dapat saya lewatkan begitu saja. Suatu saat nanti, saya harus bisa hidup dari jerih payah saya sendiri. Keahlian yang saya punya yaitu menulis, ditambah pelatihan ini, saya yakin bisa membantu. Syukur – syukur bisa memberi orang tua juga, amin. Walau sedikit yang penting berkah, masa beli seblak saja harus minta mamah.

Setiap orang yang lolos kita sebut mahasiswa. Nah, setiap mahasiswa ini berhak mendapat fasilitas pelatihan senilai Rp7 juta. Walau awalnya saya membayangkan akan mendapat uang setumpuk, tapi ternyata salah. Hal ini karena uang Rp7 juta rupiah per orang itu dimasukkan ke dalam berbagai macam fasilitas yang memadai. Pihak Banten Muda berusaha menyiapkan alat pancing bukan langsung memberi pakan. Saya sangat mengapresiasi filosofi Ketua Banten Muda, Pak Irvan Hq tersebut. Filosofi tersebut mengajarkan kita untuk lebih belajar dan berusaha menggali keahlian kita terlebih dahulu. Karena hidup perlu perjuangan. Setelah menjalani masa pelatihan selama tiga bulan, dalam waktu setahun ke depan, kelima mahasiswa AIKA ini diharuskan untuk magang sekaligus reporter biem.co.

Rasa gerah yang menyelimuti saat belajar, perlahan sirna dengan cara belajar yang santai dan menyenangkan. Pokoknya tunggu apa lagi, segera daftarkan diri kalian sekarang juga, karena kamu tidak akan bisa mengubah diri kamu sendiri sebelum kamu yang mengubahnya. Contohnya, seperti Najwa Shihab dan Asma Nadia, mereka tidak hanya diam di tempat untuk mencapai itu semua, melainkan butuh usaha dan kerja keras. Kalian juga harus seperti mereka, yang terpenting adalah semangat terus dan jangan lupa berdoa. Siapa tahu kamu termasuk salah satunya yang akan mendapatkan beasiswa AIKA. Semangat! (*)


Resti Meidiyani Dimyati, adalah mahasiswa AIKA 2016.            

Editor : Andri Firmansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button