Fatah SulaimanKolom

Fatah Sulaiman: Ramadhan Upgrade Kejujuran

biem.coBulan ramadhan datang bagaikan oase, sumber mata air bening yang menyejukkan di tengah padang gersang kehidupan yang didominasi kebohongan. Ibadah puasa ramadhan akan mengarahkan kembali tumbuh kembangnya nilai-nilai kejujuran anggota masyarakat yang menghuni suatu bangsa. Hancurnya suatu bangsa diawali runtuhnya nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan masyarakatnya. Maraknya ketidakjujuran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan berbangsa akan memunculkan ketidakadilan, yang pada akhirnya menimbulkan ketidak percayaan masyarakat dan dampaknya adalah berbagai kekacauan dan ketidaktentraman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Kehadiran bulan ramadhan adalah wujud kasih sayang Tuhan kepada umat islam, khususnya umat islam Indonesia, agar  kembali mengedepankan nilai-nilai kejujuran dalam segala aktifitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena dalam sejarah penyebarannya Islam dibangun diatas fondasi nilai-nilai kejujuran. Sebelum diamanahi menyampaikan risalah dakwahnya Rasululullah Muhammad SAW sudah dikenal kejujurannya sehingga digelar Al Amin oleh masyarakat Quraisy saat itu. Di atas fondasi nilai kejujuran inilah Islam bisa menyebar kehampir seluruh penjuru dunia dalam waktu yang relative singkat sebagai agama penebar rahmat bagi sekalian alam.

Namun seiring berjalannya waktu, memasuki era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi berbagai bidang, mulai terjadi gempuran budaya materialis medan hedonism, pengaruh perkembangan teknologi informasi yang berpotensi mempengaruhi cara pandang standar pembinaan keluarga, yang berbeda antara standar budaya barat dan standar pembinaan keluarga berbasis nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai luhur budaya bangsa,  persaingan kehidupan antar manusia antar bangsa semakin ketat menyebabkan, antar manusia, antar bangsa mulai melupakan nilai-nilai ajaran islam dan kemanusiaan, semangat dan ruh kejujuran semakin hari semakin  langka.

Kebohongan merajalela, hoax dan fitnah berbasis Teknologi informasi semakin masif dan intensif sebarannya, pemimpin tidak amanah, rakyat jelata juga terbawa tidak amanah, kebohongan menjadi hal biasa dalam masyarakat baik dalam skala besar maupun skala kecil. Fenomena ketidakjujuran telah menjadi realitas sosial yang menghancurkan sendi-sendi moralitas kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Drama ketidakjujuran saat ini telah berlangsung sedemikian transparan dan telah menjadi semacam rahasia umum yang merasuk keberbagai wilayah kehidupan manusia, diberbagai lembaga baik pusat maupun daerah. Efeknya mulai massif terasa, runtuhnya benteng peradilan karena berbagai kasus suap dan korupsi, menimbulkan rasa frustasi masyarakat dan ketidak percayaan terhadap lembaga-lembaga peradilan, lembaga politik bahkan sampai kepada lembaga pemerintahan.

Problem  sosial kemasyarakatan, merosotnya moral dan etika masyarakat, maraknya tindak kekerasan, penyelundupan dan penyalahgunaan narkoba serta berbagai bentuk kejahatan lainnya, dipicu oleh hilangnya kejujuran, runtuhnya keadilan dan terjadinya krisis kepercayaan dalam kehidupan masyarakat. Fenomena kebohongan dan tersingkirnya sifat kejujuran, mengantarkan masyarakat dan bangsa kita pada beberapa musibah nasional yang berlangsung secara beruntun dan silih berganti tiada henti. Terjadinya malapetaka berupa krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia adalah cermin paling jelas dari makin hilangnya nilai kejujuran dan semakin mekarnya kepalsuan dalam kehidupan bangsa kita. Manusia zaman kini telah dilanda penyakit mental yang luar biasa, yaitu penyakit korup dan ketidak jujuran. Sinyalemen ini pernah dikhawatirkan Nabi Muhammad Saw yang pernah memprediksi, bahwa suatu saat nanti, di akhir zaman, manusia dalam mencari harta, tidak mempedulikan lagi mana  yang  halal dan mana yang haram. (HR Muslim).

Di bulan ramadhan yang penuh berkah ini, umat manusia yang melaksanakan ibadah puasa ramadhan, dilatih dan diarahkan kembali hatinya agar senantiasa menjaga amanah dan nilai-nilai (kejujuran) dalam berbagai sendi kehidupan. Puasa ramadhan menddidik manusia untuk senantiasa menghadirkan Tuhan dalam bersikap, bertindak melaksanakan aktifitas kehidupan. Pelaksanaan ibadah puasa sebagai ibadah syirriyah hanya diketahui dirinya dan Tuhan. Puasa ramadhan merupakan pilar utama dalam melatih kejujuran manusia. Sebagaimana digambarkan dalam sebuah hadit Qudsi: “Bahwa ibadah puasa ramadhan adalah khusus buatKU, maka Aku langsung yang akan mengapresiasi Orang yang melaksanakan ibadah puasa ramadhan.”

Semoga pelaksanaan ibadah ramadhan tahun ini mampu menumbuh kembangkan kembali dan menyuburkan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di negeri ini. Pelaksanaan ibadah ramadhan yang dilandasi keimanan dan keihlasan akan mampu mewujudkan masyarakat yang memiliki kualitas kejujuran dalam berkehidupan dan bermasyarakat. Untuk mewujudkannya, perlu terus peningkatan kualitas iman dan penghayatan kesadaran kehadiran Tuhan, nilai-nilai ibadah puasa ramadhan harus terus dijaga dalam setiap aktifitas kehidupan, sehingga berdampak timbulnya kejujuran dalam system kehidupan yang akan berbuah keadilan dan kebajikan bagi umat manusia. Amin…


Dr. H. Fatah Sulaiman, adalah Wakil Rektor bidang akademik Untirta, Sekretaris  MUI Banten dan Ketua PW Maarif Nahdlatul Ulama Provinsi Banten.

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *