KabarTerkini

Terpilih Sebagai Penulis Emerging Indonesia di UWRF 2017, Ade Ubaidil: Semesta Mendukung!

KOTA SERANG, biem.co – Penulis mana yang tak bahagia hatinya, ketika mendapat kesempatan besar mengikuti sebuah ajang bergengsi tentang festival kepenulisan. Begitu pula yang dirasakan oleh penulis asal Cilegon ini; Ade Ubaidil.

Lewat delapan cerpen yang dikirimkannya, Ade berhasil terpilih sebagai salah satu dari 15 Penulis Emerging Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk tampil dan berpartisipasi dalam diskusi-diskusi sastra di acara Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2017 pada 25-29 Oktober mendatang. Ade mengaku merasa benar-benar beruntung mendapatkan kesempatan yang sulit untuk ditolak dan dilewatkan tersebut. Pasalnya, dari 913 karya yang dikirimkan oleh 700 peserta, hanya Ade dan 14 penulis  lainnya yang bisa menampilkan karyanya di sana.

“Sebelumnya, tahun 2015 lalu udah pernah coba kirim, tapi ternyata belum rezeki. Di tahun 2017 ini tadinya sempet nggak mau ngirim, tapi ada banyak teman yang support dan seolah bilang, ‘ini waktunya elu, De’, jadi saya kirim deh. Ya, sekadar menepati janji gitu. Apalagi teman yang udah saya anggap kakak di BaliꟷMbak Puput Palipuring Tyasꟷterus-terusan ‘maksa’, jadi saya ambil kesempatan ini. Ternyata benar, hari ini betulan datang,” tuturnya.

Baca juga: Cerpen Ade Ubaidil: Balada Penyair

Setiap tahunnya, UWRF memang gencar menemukan calon-calon bintang sastra Indonesia lewat Penulis Emerging Indonesia ini. UWRF sendiri akan diikuti bukan hanya oleh penulis-penulis Indonesia saja, melainkan juga mancanegara. Kegiatan ini meliputi panel diskusi, pembacaan karya, workshop, peluncuran buku, pementasan, serta beberapa acara Satellite yang diadakan di beberapa kota di Indonesia.

“Sebenarnya UWRF ini satu dari sekian banyaknya festival kepenulisan. Tapi saya tidak berusaha membandingkan satu kegiatan sastra dengan kegiatan lain. Adanya UWRF saja saya senang, berarti penulis masih diberi ruang berekspresi dan mengenalkan budaya ke negara lain. Karena nanti, kan, bakal banyak peserta dari negara lain juga. Saya udah nggak sabar pengen cepet-cepet bulan Oktober,” ungkap Ade kepada biem.co.

Diketahui, selain nantinya para penulis terpilih ini akan menerbitkan buku kumpulan Penulis Emerging Indonesia, akan dipilih juga satu penulis yang akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Australian Writers Festival.

“Saya, sih, berharap bisa lolos dan mendapatkan kesempatan itu, walaupun saya tahu, 15 orang itu adalah penulis-penulis yang sudah mapan dalam artian nilai kekaryaannya. Tapi dulu juga berawal dari mimpi, kan, siapa tahu. Lumayan, buat nambah jaringan perkawanan juga menambah wawasan, lebih-lebih jalan-jalan gratisan. Hahaha,” ujarnya.

Baca juga: Peran Media bagi Dunia Sastra

Dalam blog pribadinya, Ade pun bercerita bahwa jauh sebelum hari di mana ia dinyatakan terpilih, ia bermimpi melihat ombak besar tsunami bergulung-gulung, yang saat ia cari artinya, hal tersebut menunjukkan bahwa akan ada sesuatu yang besar akan datang secara tiba-tiba. Meski ia tak betul-betul mempercayai soal bunga tidur, namun ia pun tak menampik jika hal tersebut adalah bagian dari petunjuk-petunjuk alam semesta.

“Ya, Mestakung…, semesta mendukung. Boleh percaya atau tidak, tapi saya percaya kalau kita adalah bagian dari semesta. Kalau kita mau sedikit saja menurunkan ego dan mau ‘mendengar’, semesta sebenarnya mampu berdialog dengan kita dan memberi banyak tanda yang bisa kita baca secara jelas. Sayangnya, manusia merasa makhluk paling sempurna sesemesta raya, jadilah kita angkuh dan tak mau mendengar suara semesta,” tulisnya.

Untuk daftar lengkap peserta yang berhasil lolos sebagai Penulis Emerging Indonesia 2017 dapat dilihat pada website UWRF di www.ubudwritersfestival.com. (HH)

Editor : Andri Firmansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *