KabarTerkini

HUT ke-10 Kota Serang Diwarnai Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Kenapa?

KOTA SERANG, biem.co – Pada 10 Agustus 2017, Kota Serang genap berusia 10 tahun. Di usianya yang ke sepuluh tersebut, diwarnai dengan aksi unjuk rasa dari berbagai mahasiswa di Kota Serang, di antaranya berasal dari HMI, PMII, GMNI, KAMMI dan Hamas di depan Kantor DPRD Kota Serang, kemarin.

Koordinator Aksi, Ahmad Kosasih mengatakan, bahwa meski sudah berdiri 10 tahun, Kota Serang belum mampu mendorong potensi perekonomian masyarakat. Kenyataan ini, kata Ahmad, harus menjadi fokus pemerintah dalam rangka menjadikan masyarakat Kota Serang sejahtera sesuai tagline-nya Kota Serang Madani.

“Buktinya, dari tahun ke tahun APBD yang disahkan oleh DPRD tidak mencapai target. Pada 2016 lalu saja, Pemkot Serang menargetkan postur APBD hampir mencapai 1 triliun lebih namun jumlah tersebut tetap saja tidak terpenuhi,” tandas Ahmad, yang juga Ketua Umum PP Hamas.

Ahmad menilai, ketidakseriusan Pemkot Serang dalam melakukan penataan kota salah satunya adalah pembangunan jalan Ciwaru yang asal jadi, tanpa dibuatkan irigasi di sepanjang jalannya. Hal ini justru akan berdampak pada timbulnya banjir yang membuat masyarakat tidak nyaman, sehingga harapan untuk menjadikan ibu kota Provinsi Banten ini sebagai kota serang yang madani hanya sekadar mimpi.

“Selain itu, beberapa fasilitas umum masyarakat pun penataannya masih kurang baik. Seperti, Pasar Rau dan Pasar Taman Sari yang masih semraut,” seru Ahmad.

Baca juga: HUT ke-10, Pemkot Mantapkan Kota Serang Jadi Kota Cerdas dan Berbudaya

Menurut Ahmad, selama ini Kota Serang banyak melakukan acara seremonial tanpa ada realisasi yang konkret. Masalah angka kemiskinan yang bertambah, pendidikan, kesehatan termasuk gizi buruk belum juga ada penekanan dari pemerintah.

“Masih banyak persoalan yang harus disikapi, seperti Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang masih tinggi di Kecamatan Kasemen dan Curug, di mana Pemkot Serang hanya mengurusi satu kecamatan saja namun mengabaikan kecamatan-kecamatan lain di Kota Serang,” tutup Ahmad.

Sementara itu, Solahudin Taman selaku Ketua PC GMNI Kota Serang menyampaikan bahwa Pemkot Serang tidak peka dengan keadaan masyarakat Kota Serang, terbukti dengan banyaknya angka kemiskinan dan gizi buruk yang semakin menyebar bahkan telah menimbulkan korban jiwa.

“Di tengah teriknya matahari, kita mewakili masyarakat khususnya Kota Serang menuntut Pemkot Serang agar segera bertindak guna mewujudkan pemerataan pelayanan kesejahteraan di Kota Serang agar menjadi percontohan kota-kota lain di Provinsi Banten,” tandasnya. (red)


Pengirim, Sulhanudin mahasiswa jurusan Hukum Keluarga di UIN Banten.

Editor : Andri Firmansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *