InspirasiOpini

Hafidz Hanafiah: UKM Jaman “Now”

Oleh: Hafidz Hanafiah

biem.co — Dalam menghadapi era disrupsi saat ini, kaum milenial akan saling berhubungan satu sama lain tanpa batas wilayah. Kata orang jaman “now”, jaman di mana ketergantungan manusia berinteraksi dan berkomunikasi dengan sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, maupun YouTube. Efek dari era disrupsi ini bisa ke arah yang positif maupun ke arah yang negatif, tergantung persepsi manusia serta bagaimana memanfaatkannya kepada hal yang baik.

Seiring dengan meningkatnya “booming” UKM atau berwirausaha di Kota Serang, hal ini mengindikasikan meningkatnya niat masyarakat Kota Serang untuk melakukan suatu usaha selain mencari pekerjaan, khususnya kaum muda yang memiliki semangat tinggi.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, beberapa usaha tersebut mengalami pasang surut, bahkan mengalami kebangkrutan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tanpa adanya visi dan misi yang kuat, strategi pemasaran yang tidak terfokus dan tidak terarah, serta mental jatuh bangun dalam membangun suatu usaha. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun UMKM. Berikut Model UKM ala jaman now: Pertama, Inovasi dan Kreativitas Produk. Inovasi dan kreativitas produk merupakan hal yang dapat membuat produk anda berbeda dengan produk lain yang sudah ada di pasaran.

Semakin unik dan sesuai selera pelanggan, maka produk anda akan semakin diminati. Ide inovasi produk juga bisa datang dari pelanggan Anda. Sehingga, bangunlah komunitas untuk bertukar pikiran akan produk yang sudah ada. Bahan referensi akan inovasi produk bisa anda dapatkan melalui kunjungan ke kota lain, video, maupun dari ide anda sendiri. Keputusan akan produk akhir bisa copy-paste atau bisa dilakukan kombinasi. Contoh tahu yang dulu bentuknya kotak, sekarang dibuat inovasi menjadi tahu bulat. Ada baiknya beberapa pelaku UKM meningkatkan inovasi melalui program pelatihan, workshop, ataupun seminar.

Kedua, Kemasan Produk yang Menarik. Beberapa produk mungkin terlihat konsisten dengan kemasannya, seperti halnya pedagang asongan makanan di sekitaran Terminal yang menjual kacang, tahu, keripik, dan sebagainya. Coba Anda amati dari mulai kita masih anak kecil hingga sekarang, apakah ada perubahan yang nyata? Mereka masih konsisten dengan membungkus makanan dengan plastik serta direkatkan dengan lilin. Suatu produk tanpa merek dan tanpa jaminan kesehatan bila Anda mengkonsumsinya. Akan kemana Anda jika ingin melakukan komplain karena ternyata produk yang dijual kadaluarsa?

Hal tersebutlah yang mendorong meningkatnya industri kemasan produk dengan berbagai tampilan yang menarik, baik bentuk, warna, ukuran, hingga fungsi kemasan sebagai pelindung agar produk yang dijual bisa bertahan lama dan pelanggan memiliki rasa aman dalam mengonsumsinya. Contoh cemilan keripik sudah dikemas dengan kemasan yang baik dengan standar keamanan pangan yang baik. UKM yang naik kelas menggunakan kemasan tidak malu lagi memasarkannya ke luar daerah, bahkan keluar negeri.

Ketiga, Digital Marketing. Dari berbagai sumber, hampir 50% persen transaksi perdagangan di Pusat Pasar Tanah Abang turun omset pada saat Lebaran Tahun 2017 lalu. Apakah yang menyebabkan hal tersebut? Beberapa pengamat menilai adanya pergesaran perilaku pelanggan dalam berbelanja. Dari berbelanja langsung on the spot di toko, beralih berbelanja secara online. Berwirausaha jaman “now” tidak harus punya toko, cukup dengan telepon selular berkuota.

Anda foto produk Anda, kemudian tambahkan beberapa fitur atau keterangan lain dengan jelas. Jika perlu, buat video testimoni tentang pengalaman pelanggan yang menggunakan produk Anda. Contoh produk Madu Kulon yang eksis menggunakan Facebook dan Instagram sebagai media untuk menjual produknya.

Terakhir, Garansi atau Jaminan Setelah Membeli. Jaminan suatu produk sangat penting untuk meyakinkan pelanggan Anda bahwa produk Anda aman dan ketersediaannya tetap ada bila pelanggan membutuhkan.

Demikian. Tetap semangat berwirausaha! Meskipun jaman sudah berubah, Anda harus tetap mengikuti jaman. Karena orang yang bertahan, yaitu orang yang cepat merespon perubahan jaman di era disrupsi sekarang. (red)


Hafidz Hanafiah, Akademisi dan Pengajar MK Manajemen Pemasaran dan Kewirausahaan Universitas Bina Bangsa Serang Banten.


Rubrik ini diasuh oleh Fikri Habibi

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar