KabarTerkini

Mulai Besok, 10 Sastrawan Indonesia Akan Ikuti Mastera Cerpen 2018 di Depok

biem.co — Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, beberapa waktu lalu membuka pendaftaran Program Penulisan Mastera Cerpen.

Program Penulisan Mastera ini telah diselenggarakan sejak tahun 1997, di mana Mastera sendiri merupakan wadah kerjasama kesastraan di lingkup Asia Tenggara yang beranggotakan Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, dan Singapura.

Baru-baru ini, pihak Mastera telah mengumumkan sepuluh sastrawan muda kreatif yang terpilih atas hasil kurator Yanusa Nugroho, Abdul Rohim Van Basten, dan Ferdinandus Moses. Mereka di antaranya; Aksan Taqwin Embe (Tangerang), Ade Ubaidil (Cilegon), Alfian Dippahatang (Makassar), Andy Moe (Jawa Timur), Arianto Adi Purwanto (Lombok), Deasy Tirayoh (Kendari), Muhammad Ramli (Sumatera Utara), Rendy Ipien (Kalktara), Rini Febriani Hauri (Jambi), dan Tarwia Ulfa (Jawa Tengah).

Kesepuluh sastrawan tersebut akan menjalani Mastera Cerpen selama satu minggu, terhitung mulai tanggal 12 Agustus – 18 Agustus 2018 di Wisma Hijau, Depok, Jawa Barat.

Diwawancarai biem.co, Ade Ubaidil, sastrawan asal Cilegon, mengaku telah mempersiapkan barang bawaan serta menjaga kondisi kesehatan untuk acara yang akan dimulai esok hari nanti.

Sebelumnya, tahun 2017 silam, Ade juga terpilih sebagai salah satu peserta Ubud Writers & Readers Festival (UWRF). Nampaknya, hal itu tak menyurutkan langkah Ade untuk menambah pengalaman dalam hal kepenulisan.

“Ini, kan, bengkel penulisan cerpen, ya. Ya namanya masuk bengkel, berharap, sih, banyak mesin-mesin rusak dan yang nggak bekerja di pikiran saya bisa diperbaiki atau malah diperbaharui. Apalagi kita dapat mentor dari para maestro cerpen seperti Budi Darma, Triyanto Triwikromo, Gus TF Sakai, sama Yanusa Nugroho. Ditambah ada mentor dan peserta dari luar negeri kayak Thailand, Brunei, Singapura, Malaysia. Itung-itung menambah jaringan pertemanan,” ungkap penulis buku ‘Surat yang Berbicara Tentang Masa Laluitu.

Dikatakan Ade, hal menarik yang ia temui, baik saat UWRF 2017 maupun Program Penulisan Mastera ini lantaran dirinya dan Aksan Taqwin Embe (sastrawan asal Tangerang) mendapatkan kesempatan yang sama untuk kedua kalinya.

“Sewaktu saya ikut UWRF17, saya lolos bareng dia. Info mastera ini juga dapat dari dia. Dan ternyata kita lolos lagi berdua. Saya ucapkan makasih banyak buat Kang Aksan Taqwin Embe,” tandasnya.

Sementara itu, Alfian Dippahatang, sastrawan asal Makassar yang satu tahun terakhir fokus menulis cerpen ini pun merasa senang kedapatan berhasil lolos dalam program ini.

“Program ini pasti memberi sesuatu yang baru dalam hidup saya. Mentor Mastera Cerpen 2018 seperti Triyanto, Yanusa, dan Gus Tf, saya kira akan memberi saya pengetahuan baru di balik pengalaman kreatifnya,” ungkap Alfian saat diwawancarai biem.co.

Alfian sendiri sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis puisi. Seperti yang telah dikatakan, ia kini fokus menulis cerpen dan sedang merampungkan buku kumpulan cerpen yang akan diterbitkan. Penulis buku ‘Kematian Anda yang Tak Sia-sia’ tersebut pun mengaku telah siap mengikuti Mastera Cerpen 2018.

“Persiapannya hanya bawa laptop, buku catatan, pulpen, dan mengeluarkan seluruh isi kepala untuk menampung pengetahuan baru. Hal terakhir selalu saya lakukan ketika mengikuti sebuah program penulisan,” katanya.

Untuk keberangkatan, ia sendiri mulai berangkat dari kampung halamannya di Bulukumba menuju Makassar hari ini. “Nanti besok berangkat dari bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 9.40. Tiba di Bandara Soekarno Hatta Jakarta pukul 12.30. Dari bandara menuju lokasi Mastera di Depok,” jelasnya.

Lain halnya dengan Ade yang berdomisili di Banten. Ia baru akan berangkat esok hari. “Mohon doanya. Semoga dimudahkan dan diberi kelancaran acaranya,” ucap Ade.

Untuk diketahui, Ade Ubaidil dan Alfian Dippahatang merupakan dua penulis yang tergabung dalam buku ‘Wrangka’ yang memuat karya-karya dari rubrik sastra biem.co. (HH)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button