KabarTerkini

Tahun Ini Pemerintah Akan Hentikan Peluang Penerbitan SBN Berbentuk Valas

biem.co – Dalam menghimpun pembiayaan atau utang akhir tahun ini pemerintah akan menghentikan peluang penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) berbentuk valas.

Hal tersebut menyangkut pernyataan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan yang menyatakan akan mulai berhati-hati dalam menarik utang berbentuk valuta asing (valas)

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Scenaider Siahaan mengatakan kehati-hatian akan dilakukan dengan membuat fokus penarikan utang.

Kehati-hatian tersebut akan terus berlanjut hingga tahun depan. Pada 2019, nanti pemerintah akan fokus dalam mencari dana berdenominasi rupiah terlebih dahulu.

Sementara itu, Scenaider mengatakan kehati-hatian juga dilakukan terkait gejolak nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini dan antisipasi risiko kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Selain itu, dilansir cnn.id, untuk tahun ini kehati-hatian juga dilakukan karena penerbitan SBN valas sudah dianggap melebihi kebutuhan. Dari target penerbitan di awal tahun sebesar Rp 145 triliun, pemerintah berhasil menghimpun Rp 156 triliun atau 19,91 persen dari rencana penerbitan SBN tahun ini Rp 783,23 triliun.

“Jadi kalau sekarang total Surat Berharga Negara (SBN) valas ada 20 persen, mungkin tahun depan akan sama, tidak berubah,” katanya, Senin (10/9).

Dirinya juga mengatakan jika pelemahan nilai tukar rupiah terus berlangsung sampai tahun 2019 dan sumber pembiayaan berdenominasi rupiah mulai terbatas, pemerintah baru akan melirik penerbitan SBN valas.

Denominasi yang akan dipilih pun akan berbentuk euro dan yen supaya risikonya lebih rendah.

Dari data Kementerian Keuangan, defisit APBN di tahun depan diperkirakan di angka 1,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau lebih kecil dari tahun ini yang sebesar 2,12 persen.

Defisit tersebut masih harus ditutupi dengan pembiayaan, salah satunya dengan SBN. Namun, pemerintah hingga sekarang belum menyebut SBN bruto yang akan diterbitkan di tahun depan. (Iqbal/red)

Editor : Jalaludin Ega

Related Articles

Berikan Komentar