KOTA SERANG, biem.co – Tren kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Serang dari tahun 2011-2018 terus mengalami peningkatan kasus. Hal tersebut dikatakan langsung Plt Kepala Dinas DP3AKB Kota Serang, Kosasih usai meresmikan Rumah Aman Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Serang bertempat di Cikepuh, Kota Serang, Rabu (12/12).
Kosasih menerangkan bahwa pada tahun 2011 ada sekitar 8 kasus dengan rincian; 4 kasus kekerasan pada perempuan, 2 kasus pelecehan seksual, 2 kasus KDRT.
Pada tahun 2017 angka kekerasan tersebut meningkat menjadi 28 kasus dengan rincian sebagai berikut; 3 kasus kekerasan pada anak, 4 pelecehan seksual, 14 kasus KDRT, 5 kasus pelantaran anak, dan 2 kasus pemerkosaan.
Namun, angka tersebut kembali meningkat pada tahun 2018 menjadi 32 kasus dengan rincian sebagai berikut; 4 kasus kekerasan pada anak, 6 kasus pelecehan seksual, 13 KDRT, 1 pelantaran anak, 8 pemerkosaan.
Kosasih juga mengatakan dengan adanya rumah layanan ini, Pemkot menjadi konsen untuk mengadvokasi dan memberikan pelayanan terhadap korban kekerasan anak dan perempuan.
“Apalagi kasus KDRT. Di sini kita bekerja sama dengan organisasi yang lain termasuk Polres, apakah pidana atau d iluar pidana, apalagi menyangkut anak di bawah umur,” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan, dalam menangani kekerasan terhadap anak dan perempuan ada beberapa langkah. Pertama, pihaknya datang ke lokasi dan anak atau perempuan yang terbawa kasus akan di bawa ke rumah aman.
“Khawatir ada hal yang harus diamankan, semacam penanganan begitu juga ibunya dari Rumah Singgah ini kita berikan pelayanan maksimal,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan keluarga dan lingkungan dipandang menjadi hal krusial yang melatarbelakangi banyaknya kekerasan anak dan perempuan di Kota Serang ini. Dikatakan Kosasih, pihaknya telah berupaya untuk menekan angka tersebut.
“Kita sudah lakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder, bagaimana kita juga melakukan pembinaan di tingkat kelurahan. Bilamana ada anak atau perempuan yang mengalami kekerasan, segera melapor,” ungkapnya.
Di samping itu, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, dengan adanya rumah aman ini, tingkat kekerasan perempuan dan anak menjadi berkurang kemudian juga menjadi solusi menyelesaikan persoalan-persoalan rumah tangga dan juga kekerasan pada anak dan perempuan.
“Kekerasan pada perempuan dan anak itu ada tergantung dari situasi keluarga kemudian juga situasi lingkungan juga menentukan. Mudah-mudahan Kota Serang, kota yang sudah menginjak kemajuan, kekerasan anak dan perempuan bisa menurun,” pungkasnya. (Iqbal)








