KabarTerkini

Caleg Eks Napi Korupsi Terbanyak di Banten, Sekjen DPD Partai Golkar: Masih Banyak Caleg yang Lain

PROVINSI BANTEN, biem.co — Dalam siaran pers, KPU RI meng ekspose nama-nama mantan narapidan korupsi yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif. Hasilnya Provinsi Banten menjadi penyumbang eks napi korupsi terbanyak yang didominasi oleh Caleg dari Partai Golkar.

Melalui sambungan telpon, menanggapi siaran pers tersebut, Komisoner KPU Banten Agus Sutisna mengatakan KPU tidak bermaksud menjelekkan nama-nama caleg eks terpidana korupsi, semua untuk transparansi, soal pilihan ada di hak masyarakat.

“Dengan begitu KPU tidak bermaksud menjelekkan nama-nama tersebut. Soal memilih itu hak masyarakat kami tidak intervensi, KPU hanya menjalankan sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Saat ini yang menjadi sorotan ada pada Partai Golkar, dimana ada 4 nama yang muncul sebagai eks napi korupsi, antara lain Agus Mulyadi Randil, caleg DPRD Provinsi Banten dari Dapil 9 dengan nomor urut 5; Heri Baelanu, caleg DPRD Pandeglang dapil Pandeglang 1 nomor urut 9; Dede Widarso, caleg DPRD Pandeglang Dapil Pandeglang 5 nomor urut 8; dan terakhir Desy Yusandi, caleg DPRD Banten dari dapil Banten 6 nomor urut 4.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Banten, Bahrul Ulum, mengatakan dirinya menghormati kebijakan KPU RI.

“Biarkan itu ranah kebijakan KPU dalam membuat regulasinya, yang penting hak-hak individu warga negara tetap terakomodir,” ucapnya kepada kru biem.co melalui pesan singkat, Jumat (01/02).

Lebih lanjut, Bahrul menjelaskan bahwasannya Caleg di Partai Golkar tersebut sudah melakukan penebusan dosa.

“Para caleg eks napi koruptor (korupsi) itu kan sudah menjalani masa hukuman sebagai penebus kesalahannya. Toh, pemilik suara adalah masyarakat,” ungkapnya.

Disinggung soal kondisi yang merugikan caleg dari Partai Golkar tersebut, Bahrul merasa bahwa ia tidak terganggu dan masyarakat bisa memilih caleg lain sesuai pilihannya.

“Kan masih banyak caleg yang lainnya,” tutup Bahrul. (IY)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar