Film & Musik

Cerita di Balik Penggarapan Film ’27 Steps of May’

biem.co – Karya terbaru sutradara Ravi Bharwani yang berjudul 27 Steps of May rilis 27 April 2019 di bioskop-bioskop setelah ‘melangkah’ di beberapa festival film internasional.

Film yang mengangkat isu trauma pasca kekerasan seksual terhadap perempuan ini membutuhkan waktu proses yang cukup panjang, yaitu sekitar lima tahun—mulai dari tahap riset sampai pasca produksi.

Hal itu disampaikan Ravi Bharwani, sutradara sekaligus produser film 27 Steps of May dalam keterangan resmi tertulis yang diterima biem.co, Jumat (26/04/2019).

“Karena film ini menitikberatkan elemen-elemen visual dalam bercerita, maka semua elemen ini harus dibuat dan ditata secara detail dan rapi. Hal tersebut memerlukan ketelitian, kesabaran, dan tentunya waktu. Manajemen waktu ini yang menjadi tantangan paling berat. Bersyukur saya didukung dengan tim yang solid, sehingga bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Ravi.

Sementara itu, Rayya Makarim, penulis dan produser dalam film ini menyebut menemukan inspirasi atas tragedi kekerasan Mei 1998. Menurut Rayya, film 27 Steps of May semacam alegori dari apa yang terjadi pada waktu itu.

“Selain itu, kisah May ini sangat universal. Siapa saja bisa mengalami, siapa saja bisa menjadi korban kekerasan seksual. Dan kami merasa beruntung sekali film ini bisa kami rilis ke penonton Indonesia di waktu yang tepat—di saat isu kekerasan seksual sedang kencang-kencangnya,” ujarnya.

Film berdurasi 112 menit ini dibintangi oleh Raihaanun, Lukman Sardi, Ario Bayu, dan Verdi Solaiman. Film ini pertama kali diputar di Busan International Film Festival pada Oktober tahun lalu. Setelah itu, 27 Steps of May diputar di beberapa festival film internasional, diantaranya Cape Town International Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, dan Bengaluru International Film Festival. (hh)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar