Puisi

Sajak-sajak Cunong Nunuk Suraja

PUISI 5

kepompong ulat hijau daun
membungkus tubuh serat emas
berayun di pucuk ranting
hingga saatnya terbang kekupu
mengarungi hutan maha luas

Bogor 2077

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

 

PUISI 6

kupu-kupu biru menarikan birahi
di hutan musim milik Robert Frost
ribuan ratusan tarian penyair
dijebak hujan bulan Juni Sapardi Djoko Damono
menjadi ayat kayu dan api yang mengabu

Bogor 2077

 

PUISI 7

penyusunan diksi dicoba dihentikan
tidak jadi puisi tetapi nyanyi
irama kerinduan musim berganti
degup jantung janin di perut ibu

Bogor 2077

 

PUISI 8

kerumunan gajah mengobrak-abrik kampung
mengancurkan rumah penjaga kebun tepi hutan
amukan alam tertindas ruang menghilang
dipetak-petak penguasa diubah tanaman
puisi mengkerut menjadi hurup p kecil

Bogor2077

 

AYAT KOPI PAGI

tampungan tetes embun tangis bidadari
luruh dalam dekap perawan desa
menggolak rindu di atas tungku puisi
pertikaian rembulan bintang kuasa
hitam pahit bait-baitnya membakar
korbankan awan mendung hitam
bangunan imaji bermetafora bunga liar
mimpi basah tercuci darah

Bocimi 2077

 

AYAT KUCING KARUNG

mengeong minta tuhan
dicabiknya ikan asin
dikejarnya tikus cartoon
Tom and Jerry terkorupsi

menggeram ketemu lawan
cakar diayun ke depan
lawan berguling ke kanan
Tom and Jerry on television

memanja dielus tangan
menggosok-gosok tubuhnya
melenting mengejar bola berguling
Tom and Jerry

playing on see-saw in the playground

menyelinap di semak-semak
menubruk belalang di ranting
belalang meloncat terbang
Tom and Jerry berebut keju bolong

di siaran televisi kabel
kucing yatim ditawarkan
siapa suka angkat kucing piatu
kawanan anjing membujuknya
itulah Oliver si kucing papa

di kota New York
Oliver si kucing papa
dipermainkan anjing buldog
diloncati keramaian kota
menyeret tentengan sosis
menuju sarang anjing liar
Oliver terjebak preman

semua gerombolan anjing
sifat dasarnya curang
Oliver diajar menjadi garang
mencopet mencuri makanan
sial tertangkap tangan petugas

nasib baik Oliver
penyayang binatang datang
menyelamatkan nasib terpuruk
dibayar denda dan dibawa pulang
Oliver menjadi kucing rumahan

disidang Oliver ditebus orang kaya
dibawa di kehidupan mewah
sifat dasarnya tidak berubah
hingga ditemukan sisilah

Bocimi 2077

 

AYAT MATAMU

di balik cadar matamu memancar
gelombang badai penolakan kerja paksa
membuncah beliung menancap di danau
merah terperam di hutan jauh menyentuh
kabar ungas tersimpan dalam kicau pagi

Bocimi 2077

 

AYAT PANAS DINGIN

di tungku kayu nyala
kobaran membakar
menggolak sesapan
kopi pagi roti bakar isi
sepi terjerat benang layang-layang
menetes luka perih dibawa berlari

di kompor gas biru
hangat derajat cepat merambat
kopi gula sesendok creamer
mendung kelabu  tersaput kelambu
tidur abadi setelah selesai teruji

Bocimi 2077

 

AYAT PRIBUMI

dikuasai hingga tulang belulang
teronggok tanpa daya di pasar becek

melata merambah sampah terbuka
berebut tulang kering anjing liar

mandi debu makan angin
terbuai berita televisi aneka warna

Bocimi 2077

 

AYAT MASA

bergerak dalam jam
menikam sunyi nan kejam
menyimpan rahasia hati
mencinta membenci selamanya
lidah
kilah
dusta
tak bertulang
bercabang
berserak meluas di perbatasan
bergoyang melintas cakrawala
di panggangan merah bara
mengepul memeluk dada
panggang bumbu kacang siap santap
jalan kereta Romawi
saat memerangi daratan
Eropa Rusia di ujung abad

Bocimi 2077


BIODATA

Cunong Nunuk Suraja lahir di Yogyakarta, 9 Oktober 1951 dan sekarang tinggal di Bogor.
Tahun 1970 bermain drama karya Putu Wijaya bersama teater Mandiri Yogya. Di tahun 1974 ikut bermain di Teater Alam dalam pentas  “Kresna Duta“. Bersama teman-teman di Teater Padmanaba SMA Negeri 3 Yogyakarta beberapa kali mementaskan drama pun bermain musik bersama Sapto Rahardjo tokoh gamelan moderen di Yogya. Sejak menyelesaikan Sarjana Muda Pendidikan di IKIP Karangmalang tahun 1979 langsung meninggalkan Yogya dan menyelesaikan Sarjana Pendidikan di IKIP Rawamangun tahun 1981. Sejak itu tidak banyak terlibat dalam pementasan drama dan lebih banyak menulis terutama puisi. Tahun 2006 menyelesaikan Magister Humaniora dalam bidang Susastra di Universitas Indonesia dengan menulis thesis : “Kajian Reproduksi Puisi Digital Cyberpuitika”. Sejak 2016 menjadi pensiunan dan aktif berselancar di dunia maya dengan akun [email protected] atau [email protected].

Editor: Irwan Yusdiansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button