Puisi

Sajak-sajak Mohamad Iskandar

Instrumentalia Taman Mustika

:S

Kuniatkan berburu cahaya di taman kota
Angin menyentuh daun-daun
Kulafadzkan satu sajak
//putih surya ke ramai kata
Kertas hanya penanda suara
Tinta? Titik hitam sebuah rasa//

Perjumpaan adalah keterasingan paling purba
Juga Zuhur, biar kupotret tubuhmu
sebagai lagu kenangan

Blora, 07 April 2019

 

Di Atas Ombak

:Miyuki

Masih kita rayakan usia, di atas gemulung ombak yang berderak
Ketika tubuh-tubuh diam dalam drama
Naskah tergenggam di tangan tak terbaca, nyala lilin seperti linang airmata dalam kidung sang pencipta
O angin laut
O debur ombak

Kita dalam pelayaran, batas antara siang dan malam hanya garis keriput di kulit wajah, usia terus saja memburu dan kita
Tak menemukan pintu saat Tuhan berbicara dan kita acuhkan. Badai mana lagi sanggup remukkan hati?
Di atas ombak
Kapal kita akan retak dan seluruh hidup hanya lantun puisi saja. Dibaca saban senja
“Maghrib mana sanggup kita kekalkan?”

30 detik sebelum perayaan
Angin laut tibatiba perkasa
Merontokkan kapal
Dan kita. Hitam dalam tinta-duka kehilangan cinta-

Demak, 06 April 2019


MOHAMAD ISKANDAR, lahir di Demak , 08 Maret. Menulis beberapa genre puisi antara lain Puisi bebas, Haiku, Tanka, Sonian dan Haisi. Karyanya menghiasi puluhan antologi antara lain Sang Peneroka (2014), 60 kali Oktober (2018), Seribu Tanka Indonesia (2019), Seribu Sisi Dhini (2019), Aku Menuju-Mu (2019) dll. Diundang di berbagai acara sastra di dalam negeri antara lain Pertemuan Penyair Nusantara di Kudus Juni 2019. Sedang bergiat di Competer Indonesia. No Hp/Wa: 082328519750 Fb: Mohamad Iskandar Email: Sarinaputri0[email protected]

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Tulisan Ini Juga, Yuk!

Close