Kabar

Unjuk Rasa di Hari Jadi Kabupaten Lebak Berujung Ricuh

KABUPATEN LEBAK, biem.co — Aksi unjuk rasa di hari jadi Kabupaten Lebak ke-191 yang dilakukan oleh Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) di depan kantor Bupati Lebak, Senin (2/12/2019) berujung ricuh.

Berdasar pengakuan dari korlap aksi, Tolib, puluhan massa aksi mencoba masuk ke dalam halaman Kantor Bupati, kemudian dihadang oleh petugas Polisi dan Satpol PP.

“Saat aktivis Kumala terlibat saling dorong dengan aparat yang mengamankan aksi, adu jotos dengan oknum aparat kepolisian dan Satpol PP pun tidak terhindarkan. Namun alhamdulillah tidak ada yang luka serius cuma memar memar di bagian badan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tolib menyatakan bahwasannya mahasiswa hanya ingin mengingatkan pejabat yang ada di dalam Kantor Bupati Lebak agar tidak semena-mena mengeluarkan dalam kebijakan.

“Kami hanya ingin masuk, kenapa justru dilarang. Kami hanya ingin mengingatkan agar rezim di Lebak tidak salah mengeluarkan kebijakan yang justru merugikan rakyat,” katanya.

Seperti diketahui, massa aksi menyuarakan bahwa Kabupaten Lebak di bawah kepemimpinan Bupati Iti Octavia Jayabaya  dan Wakil Bupati Ade Sumardi telah gagal, dan menyimpang dari visi misi yang dijanjikan.

“Saat ini Bupati dan Wakil Bupati Lebak hanya sibuk mencari prestasi tanpa memikirkan persoalan rakyat,” imbuhnya.

Tolib mengakhiri, walaupun unjuk rasa hari ini tidak berhasil, Kumala akan kembali melakukan aksi unjuk rasa lanjutan.

“Aksi kita tidak sampai stop disini kita akan kembali lagi jilid dua karena dirasa Pemerintah diam saja,” pungkasnya. (iy)

Editor : Irwan Yusdiansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *