Kesehatan

Tidak Semua Hand Sanitizer Ampuh terhadap Coronavirus

Ini yang harus Anda lakukan

biem.co – Sejak munculnya COVID-19 di Indonesia, penjualan hand sanitizers melonjak dengan tajam. Hand sanitizers menjadi produk yang banyak sekali dicari, sampai-sampai apotek, minimarket dan supermarket mengenakan kebijakan untuk membatasi jumlah yang boleh dibeli pada satu waktu tertentu. Beberapa bahkan menggunakan aturan satu KTP satu produk.

Akan tetapi, untuk kita ketahui, meskipun hand sanitizers dapat membantu mengurangi risiko kita tertular virus tertentu, ternyata tidak semua hand sanitizers sama efektifnya melawan Covid-19.

Seperti halnya virus infeksi pernafasan lain, virus corona (SARS-CoV-2) atau Covid-19 utamanya menyebar melalui tetesan tetasan air liur dari mulut atau hidung seseorang ke orang lain. Meski beberapa studi juga menunjukkan bahwa itu juga dapat menyebar melalui feses.

Selain melalui droplet (tetasan air liur) coronavirus juga ternyata bisa menular melalui benda atau anggota tubuh lain yang kemudian kontak dengan mulut atau hidung. Hal ini yang sulit sekali dihindari, mengingat menurut riset bahwa setiap orang menyentuh wajah mereka sekitar 23 kali dalam satu jam.

Mencuci dengan air hangat dan sabun tetap menjadi standar yang paling baku untuk mencegah penyebaran Covid-19. Air hangat (bukan air dingin) dan sabun menghilangkan minyak dari tangan kita (minyak membuat mikroba menempel).

Ada dua jenis hand sanitizers: berbasis alkohol dan non-alkohol. Hand sanitizers berbasis alkohol mengandung jumlah dan jenis alkohol yang bervariasi. Kandungan alkoholnya biasanya antara 60 – 95 persen dan biasanya mengandung isopropil alkohol, etanol (etil alkohol) atau n-propanol. Alkohol diketahui mampu membunuh sebagian besar kuman.

Sementara hand sanitizers non-alkohol biasanya mengandung sesuatu yang disebut senyawa amonium kuarterner (biasanya benzalkonium klorida), bukan alkohol. Meski ini dapat mengurangi mikroba tetapi tidak seefektif alkohol.

Hand sanitizers berbasis alkohol tidak hanya terbukti efektif membunuh banyak jenis bakteri termasuk MRSA dan Ecoli, juga efektif terhadap banyak virus termasuk virus influenza A, rhinovirus, virus hepatitis A, HIV, dan MERS-CoV.

Alkohol Menghancurkan Virus

Berdasarkan studi, alkohol menyerang dan menghancurkan protein amplop yang mengelilingi beberapa virus, termasuk coronavirus. Protein ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dan multiplikasi virus. Hand sanitizers harus mengandung alkohol setidaknya 60% untuk membunuh sebagian besar virus.

Hand sanitizers dengan alkohol kurang dari 60% hanya mengurangi pertumbuhan kuman dan sama sekali tidak efektif untuk membunuh bakteri dan jamur. Bahkan hand sanitizer dengan kandungan 60% alkohol pun tidak dapat menghilangkan semua jenis kuman.

Hasil studi juga menunjukkan bahwa mencuci tangan dengan sabun lebih efektif daripada hand sanitizer untuk menghilangkan norovirus, cryptosporidium (parasit yang dapat menyebabkan diare), dan clostridium difficile (bakteri yang menyebabkan masalah usus dan diare).

Coronavirus membawa berkah bagi beberapa produsen amatir hand sanitizers. Beberapa orang bahkan memproduksinya sendiri di rumah dengan informasi yang didapat dari internet.

Tidak dalam arti ingin melemahkan semua upaya itu. Namun, penting juga untuk diketahui bahwa hand sanitizers tersebut mungkin tidak seefektif produk yang tersedia di pasaran secara komersil.

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button