Kabar

Pengiriman Spesimen Tes Swab dari RSUD ke RSKM Tanpa Pengawalan

Tes Swab Bapaslon Pilkada Cilegon

CILEGON, biem.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, didampingi tim pemeriksaan kesehatan dan RSUD Cilegon, menggelar agenda konferensi pers terkait adanya salah satu Bakal Calon Wali Kota yang terkonfirmasi Covid-19, Rabu (9/9/2020) di Aula RSUD Cilegon.

Dari yang sudah dijadwalkan, agenda tersebut mundur selama kurang lebih tiga jam, dikarenakan pihak yang disebutkan terlalu lama berada di ruangan Plt Direktur RSUD Banten, Meisuri.

Entah apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, menurut sumber dari salah satu personel Polisi yang bertugas melakukan pengawalan, pembicaraan berkutat soal klarifikasi atas kabar yang beredar dan masih berlangsung alot. “Masih saling lempar, intinya gak ada yang mau disalahkan,” ucapnya.

Akhirnya, sekira pukul 15.00 WIB konferensi pers dimulai.

Dokter Didiet Pratignyo selaku Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan mengatakan, sekira pukul 08.00 WIB, usai melakukan swab di RSUD Cilegon, spesimen yang diambil langsung dikirim oleh Direksi dan Manajemen Bagian Umum RSUD Cilegon ke Laboratorium di RSKM tanpa adanya pengawalan dari pihak terkait, seperti Kepolisian.

“Hasilnya itu keluar pada sore hari, sekira pukul 18.00 WIB dan langsung dikirimkan ke KPU, melalui surat yang ditandatangani Ketua Tim Pemeriksaan dan Penanggungjawab,” jelasnya.

Pada bagian lain, dr Rizky menjelaskan, untuk akurasi dari hasil swab menggunakan PCR mencapai 60 hingga 80 persen. “Namanya alat, ada salah ada benar. Namun dalam masa pandemi, dari adanya hasil PCR yang positif di antara hasil yang negatif, yang kita ambil adalah yang positifnya. Karena lebih banyak manfaatnya untuk pencegahan, penularan, dan treatment terhadap si pasien dibandingkan kita mengambil yang negatifnya,” kata dokter yang menangani spesialis paru.

Sebelumnya, menanggapi informasi yang beredar terkait hasil swab calon Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati, yang dimumkan KPU Cilegon melalui konferensi pers malam tadi, Koordinator Relawan Komando Pasukan Khusus Ati-Sokhidin (Kompas), Isbatullah Alibasja menilai ada yang aneh dalam pengumuman tersebut.

“Hasil tes yang positif di rumah sakit dan lab yang sama itu cukup membingungkan. Tes sebelumnya negatif kok tiba-tiba positif,” ucapnya.

Karena itu, Isbat menilai ada yang salah terkait dengan pernyataan Ketua KPU Cilegon yang mengumumkan Ratu Ati positif Covid-19.

“Ketua KPU Cilegon mengumumkan bahwa Ibu Ati positif Covid-19. Ini jelas sangat merugikan. Kita jadi berpikirnya agak liar, kok kenapa bisa seperti itu. Kita pun akhirnya menduga ini ada skenario jahat seakan-akan Bu Ati ini sengaja di-covid-kan, Ibu Ati di dzolimi. Inilah yang membuat kita protes keras ke KPU,” tegasnya. (Arief)

Editor : Irwan Yusdiansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button