Kabar

Pjs Bupati Serang Tinjau Simulasi Pilkada di Masa Pandemi

KABUPATEN SERANG, biem.co — Pjs Bupati Serang, Ade Ariyanto meninjau simulasi pemungutan suara Calon Bupati dan Wakil Bupati Serang periode 2021-2026 di tempat pemungutan suara (TPS) 11 di halaman Kantor Kecamatan Jawilan, Sabtu (21/11/2020). Pada simulasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang tersebut, dilakukan juga perhitungan suara menggunakan aplikasi SIREKAP.

Pjs Bupati Serang, Ade Ariyanto mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat beserta jajaran yang terlibat cukup tinggi dan memahami dalam protokol kesehatan.

“Ini sesuai yang kita harapkan, mudah-mudahan di hari H bisa seperti ini, bahkan lebih disiplin lagi. Pilkada memang penting, tapi lebih penting protokol kesehatan, jangan sampai timbul kluster Pilkada,” katanya.

“Jadi, nanti 9 Desember kalau suasananya semua seperti ini, insya Allah saya yakin Pilkada berjalan sukses dan masyarakat sehat terhindar dari Covid-19,” ungkap Ade.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol Provinsi Banten ini mengungkapkan, hasil dari simulasi ini nanti akan dievaluasi apa saja yang menjadi kekurangan.

“Tapi secara garis besar‎ dari pagi sampai sekarang kita lihat baik, namanya pesta demokrasi jangan dibuat mencekam. Jadi, ini lah pesta demokrasi, buatlah bahagia,” pesan Ade.

Terapkan Prokes

Diketahui, berbeda dengan simulasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebelum-sebelumnya, pada masa pandemi Covid-19, KPU menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat, baik pemilih, tamu undangan, terlebih bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Ketua KPU Kabupaten Serang, Abidin Nasyar Surya mengatakan,‎ simulasi pemungutan dan perhitungan suara ini dilaksanakan seperti layaknya melaksanakan pemilihan.

“Jadi, hari ini adalah miniatur seperti hari H, yang akan kita lakukan seperti ini lah nanti kejadian di TPS. Nanti seperti inilah rekapitulasinya,”‎ katanya kepada wartawan.

Abidin menyebutkan, pemilihan pada situasi pandemi ini ada 12 hal perbedaan yang perlu diperhatikan. Pertama, pemilih wajib menggunakan masker, kedua mereka harus membawa alat tulis sendiri, saat pemilihan mereka harus di cek suhu tubuh, mereka wajib mencuci tangan, mereka pun akan diberikan sarung tangan untuk mencoblos, setelah mencoblos mereka akan diberikan tetes tinta di tangan, setelah ditetes mereka juga wajib mencuci tangan kembali.

“‎Banyak hal, kemudian petugasnya kalau dulu tidak menggunakan masker, sekarang wajib menggunakan masker, menggunakan face shield, menggunakan sarung tangan. Kemudian kita juga sediakan TPS khusus bagi suhu tubuhnya yang di atas rata-rata, TPS khusus itu menyempil di pinggir dan aksesnya cuma satu, dia tidak boleh bergabung dengan yang lain didalam tenda,” terangnya.

Abidin menegaskan, simulasi ini dilaksanakan secara real di TPS 11 yang beralamat di Kampung Curug Kuda, Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, di mana terdapat 312 pemilih.

“Jadi ini TPS real,‎ semua pemilih kita undang, antusias masyarakat luar biasa. Mudah-mudahan nanti pada saat pelaksanaan bisa seperti ini. Jika di rata-rata pemilih hanya membutuhkan 4 menit untuk memilih,” katanya. (*)

Editor : Happy Hawra
Tags

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button