biem.co – Sobat biem, terkait situasi terkini di Myanmar dimana terdapat kudeta yang dilancarkan oleh militer, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana akan menggelar sidang darurat.
Sidang darurat tersebut diadakan melalui konferensi video secara tertutup dan telah disetujui oleh anggota dewan PBB.
Utusan khusus PBB untuk Myanmar, diplomat Swiss Christine Schraner Burgener, diharapkan memberi pengarahan kepada dewan tentang perkembangan terakhir pada pertemuan itu.
Militer Myanmar telah merebut kekuasaan dalam kudeta yang dilancarkan pada Senin (1/2) kemarin serta menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan politisi lainnya sehingga memicu protes internasional.
Dilansir dari FP, Inggris, yang memegang kursi kepresidenan bergilir Dewan Keamanan PBB untuk bulan Februari, telah lama merencanakan untuk mengadakan pertemuan tentang Myanmar minggu ini, tetapi memajukan waktunya mengingat keadaan di sana.
Utusan Inggris untuk PBB, Barbara Woodward menuturkan Ia berharap untuk mengadakan pembicaraan tentang Myanmar dan mempertimbangkan berbagai langkah.
Pembicaraan ini diharapkan akan memberi gagasan untuk menghormati keinginan rakyat dalam pemilu dan membebaskan para pemimpin masyarakat sipil.
“Kami ingin mempertimbangkan langkah-langkah yang akan menggerakkan kami menuju tujuan itu,” katanya.
For your information, Partai Liga Demokrasi Nasional (NLD) yang menaungi Suu Kyi, memenangkan pemilihan umum pada November 2020 lalu, namun militer mengklaim bahwa pemilihan itu sarat kecurangan.
Dalam pernyataannya, militer Myanmar mengumumkan pihaknya mengambil alih kekuasaan dan menetapkan masa darurat selama satu tahun ke depan. Diumumkan juga oleh militer Myanmar bahwa kekuasaan telah diserahkan kepada Jenderal Senior Min Aung Hlaing selaku Panglima Militer Myanmar. (Eys)








