SERANG, biem.co – Usia enam tahun bagi sebuah perguruan tinggi mungkin masih tergolong muda. Namun bagi Universitas Primagraha (UPG), rentang waktu tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan, memperkuat budaya akademik, dan memperluas kontribusi bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Primagraha, Romli Ardie, saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-6 Universitas Primagraha yang digelar di Aula Kampus UPG, Kota Serang, Selasa (30/6/2026).
Dalam pidatonya, Romli menegaskan bahwa Dies Natalis tidak semata menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi terhadap perjalanan institusi sekaligus pijakan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk merayakan usia ke-6, tetapi untuk merayakan perjalanan penuh makna yang telah kita tempuh bersama. Enam tahun mungkin terasa singkat, namun di dalamnya tersimpan ribuan cerita tentang kerja keras, semangat pantang menyerah, dan mimpi-mimpi besar yang terus kita wujudkan,” ujarnya.
Di hadapan Ketua Yayasan YIPPI, anggota senat, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa yang kompak mengenakan dresscode baju daerah, Romli menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh sivitas akademika dalam membangun Universitas Primagraha hingga memasuki usia keenam.
Menurutnya, setiap capaian yang diraih kampus merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun melalui semangat kebersamaan, dedikasi, dan komitmen seluruh elemen universitas.
Ia mengakui perjalanan UPG selama enam tahun tidak selalu berjalan mulus. Dinamika kebijakan pendidikan tinggi, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap mutu layanan pendidikan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Kendati demikian, tantangan tersebut justru menjadi pemicu bagi Universitas Primagraha untuk terus bertumbuh dan melakukan berbagai pembenahan.
“Usia bukanlah satu-satunya ukuran kemajuan. Yang lebih penting adalah sejauh mana kita mampu menghadirkan kualitas, membangun kepercayaan masyarakat, menghasilkan lulusan yang unggul, mengembangkan ilmu pengetahuan, melahirkan inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara,” katanya.
Pada kesempatan itu, Romli juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut semakin adaptif terhadap perubahan zaman. Transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga perubahan kebutuhan dunia kerja menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari.
Karena itu, menurutnya, penguatan budaya akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, perluasan jejaring kerja sama, serta pengembangan riset dan inovasi harus menjadi agenda bersama seluruh sivitas akademika.
Selain aspek akademik, ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, etika, dan budaya belajar sepanjang hayat sebagai fondasi utama membangun perguruan tinggi yang berkualitas.
“Universitas yang maju bukan hanya ditentukan oleh megahnya gedung atau lengkapnya fasilitas, tetapi terutama oleh kualitas manusianya, semangat kolaborasinya, dan komitmennya dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Menjelang akhir sambutannya, Romli mengajak seluruh keluarga besar Universitas Primagraha menjadikan kampus sebagai ruang lahirnya gagasan-gagasan besar sekaligus tempat tumbuhnya generasi yang mampu menghadirkan perubahan bagi bangsa.
Ia optimistis, dengan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi, Universitas Primagraha akan semakin dipercaya masyarakat, semakin unggul dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, serta mampu meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
“Mari kita melangkah bersama dengan optimisme, semangat, dan tekad yang kuat untuk mewujudkan universitas yang unggul, inovatif, berkarakter, dan berdampak bagi Indonesia,” tutup Romli.

Sebagai infomasi tambahan, usai melaksanakan sidang senat. Tim kepanitiaan rangkaian Dies Natalis UPG ke-6, turut mengumumkan juara kompetisi antar fakultas dan Tendik. ***








