SERANG, biem.co – Universitas Primagraha (UPG) menggelar Seminar Nasional Mata Kuliah Umum (MKU) Kewarganegaraan secara daring melalui Zoom, Senin (20/7/2026). Seminar bertema “Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menanamkan Toleransi dan Keberagaman di Era Globalisasi” itu menjadi bagian dari penguatan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Primagraha, Dr. H. Romli Ardie, H.S., M.Pd., didampingi Wakil Rektor I Dr. H. Wahid Sumarjo, S.T., M.M. Seminar juga diikuti dosen pengampu MKU Kewarganegaraan serta mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UPG.
Dalam sambutannya, Romli Ardie menegaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berwawasan kebangsaan, menjunjung tinggi toleransi, serta mampu menjaga persatuan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
“Seminar ini menjadi ruang untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus membangun karakter mahasiswa agar siap menghadapi tantangan sebagai warga negara yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Seminar menghadirkan tiga akademisi yang merupakan pakar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Narasumber pertama, Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd., dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), membawakan materi tentang Literasi Digital dan Etika Kewarganegaraan di Ruang Maya (Cyber Citizenship). Ia menekankan pentingnya literasi digital, etika bermedia sosial, serta tanggung jawab warga negara dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan berintegritas.
Selanjutnya, Dr. Triana Rejekiningsih, S.H., K.N., M.Pd., dari Universitas Sebelas Maret (UNS), mengulas pentingnya penguatan identitas nasional dan kearifan lokal agar masyarakat Indonesia tetap memiliki jati diri di tengah derasnya arus budaya global.
Sementara itu, Dr. Ichwani Siti Utami, S.H., M.Pd., dari Universitas Pamulang (Unpam), memaparkan implementasi nilai toleransi melalui kolaborasi lintas budaya. Menurutnya, dialog dan kerja sama antarbudaya menjadi salah satu kunci memperkuat nilai-nilai kewarganegaraan global yang tetap berlandaskan Pancasila.
Seminar diikuti mahasiswa dari Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Agama Islam. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai isu-isu kewarganegaraan, toleransi, keberagaman, hingga tantangan kehidupan berbangsa di era digital.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa akan mengikuti pembelajaran asinkron pada 21–23 Juli 2026 melalui penugasan yang diberikan dosen pengampu sebagai bagian dari asesmen akhir semester. Penugasan tersebut diharapkan mampu mengukur pemahaman mahasiswa sekaligus penerapan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Melalui seminar ini, Universitas Primagraha kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, menjunjung tinggi toleransi, menghargai keberagaman, serta siap menjadi warga negara yang bertanggung jawab di tingkat nasional maupun global. ***








