KOTA SERANG, biem.co – Belum selesai cerita bangga akan prestasi yang dibuat karena di Vietnam ia akan mewakili Banten dan Indonesia dalam program Young East Asian Leaders Initiative (YSEALI) pada 31 Juli – 5 Agustus mendatang. Gadis asal Lebak ini, kembali membuat kita kagum, memberikan berita gembira bagi dunia pendidikan di Banten, Bertha Lovita Dwi Intania Permana (24), Alumni Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayas Banten ini terpilih sebagai penerima Beasiswa LPDP pada Jurusan Agribusiness and Rural Development di University of Geottingn – Jerman Barat.
Gadis yang biasa disapa Lovita ini menyatakan bahwa dirinya merasa senang dan bangga akhirnya dapat lolos seleksi Beasiswa LPDP yang dilaksanakan Kementerian Keuangan RI ini. Setelah sebelumnya gagal mendapatkan kesempatan di 2015, – pantang menyerah – ia kemudian mencoba kembali satu tahun kemudian dan berhasil lolos pada 2016.
Kepada biem.co (5/7), Lovita menceritakan perjuangannya untuk lolos menjadi penerima Beasiswa LPDP. Menurutnya, “meski pernah gagal pada 2015, dengan support dari berbagai pihak, saya dengan cepat memperbaiki diri dan menutupi kekurangan-kekurangan demi menggapai mimpi saya.” Akhirnya pada 2016, ia dinyatakan sebagai salah satu penerima beasiswa tersebut.
Lovita mengungkapkan bagaimana ia pernah gagal pada 2015. Menurutnya, “saya orangnya gampang bosan, ingin bekerja tapi senang riset”, aspek riset inilah yang membuatnya bermimpi untuk kuliah ke luar negeri.
Pernah mengungkapkan harapannya kepada orangtua untuk kuliah di luar negeri di 2015, kemudian mencoba mendaftar LPDP dengan persiapan pas-pasan dan akhirnya gagal, karena beberapa kriteria yang belum memenuhi syarat; seperti Karya Tulis, IELTS, dan LOA dari kedua negara (Australia dan Indonesia). Bahkan pada saat itu, orangtua sendiri menyarankan, “sudah di Indonesia saja,” ungkapnya.
“Namun,” Lovita melanjutkan, “setelah yakin bahwa semua persyaratan bisa saya penuhi, akhirnya pada 2016 saya mencoba melamar kembali, Alhamdulillah”, ujarnya, “akhirnya saya dinyatakan lulus”.
Lovita akan mulai menjalani kuliahnya di 2018 mendatang, pada Program IPB Joint Degree. Ia akan kuliah selama dua tahun; satu tahun di IPB Bogor dan sisanya di University of Geottingn – West Germain.
“Jadwal yang padat,” ungkapnya, “mengingat waktunya hanya berselang beberapa bulan setelah kepulangan saya dari Vietnam untuk menghadiri YSEALI awal Agustus 2017 ini”.
Pada akhirnya, Lovita menyadari bahwa semua prestasinya tersebut tidak akan tercapai tanpa bantuan para pihak yang sudah banyak membantunya. Dalam akun instagramnnya (@lovintania), ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberinya dukungan dan semangat.
Lovita berjanji, akan kembali ke Banten dan Indonesia untuk ikut membangun daerah dan negaranya.
“Setelah selesai studi di Jerman, saya akan kembali ke Banten dan ikut terlibat membangun daerah Banten dan tentu saja Indonesia. Memberi inspirasi bagi anak-anak muda Banten dan Indoneisa”, ujarnya bersemangat.
Menurutnya, (mengutip PIC PK LPDP),“kita tidak pernah tahu kapan menjadi inspirasi bagi orang lain, ‘karena itu’, tambahnya, “kita harus terus menebar kebaikan, dan semoga ini menjadi salah satu dari kebaikan itu”.
Gadis yang memiliki motto hidup; Persistent, Istiqomah, Berdamai dengan diri sendiri, dan Percaya diri – ini, dengan senang hati bersedia berbagi tips bagi anak-anak muda di Banten yang memiliki mimpi yang sama, agar lulus beasiswa LPDP.
Nantikan Tips menariknya dan ikuti terus perjalanan inspiratifnya di biem.co. Salam berkarya dan berbagi inspirasi. (EJ)








