KOTA SERANG, biem.co — Mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya, mengaku kasihan melihat kondisi yang dialami Provinsi Banten saat ini.
Menurut pria yang akrab disapa JB itu, di era kepemimpinan Rano Karno, sejak menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) gubernur hingga kini menjadi gubernur Banten, masyarakat Banten belum mendapat kesejahteraannya.
"Laju pertembuhan ekonomi dan pembangunan di Banten, seharusnya bisa sebanding dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten yang terhitung besar, yaitu Rp9 triliun," kata Mulyadi Jayabaya, saat dirinya memenuhi undangan di gedung DPW PPP Banten, Minggu (3/4/2016).
Ia menilai, pendidikan yang tidak merata, serta banyaknya infrastruktur sekolah yang buruk terutama di wilayah selatan Banten, Pandeglang, dan Lebak, bisa dijadikan sebagai bukti, kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Rano Karno belum maksimal, dalam memanfaatkan APBD Banten.
"Bukan hanya itu, potensi Banten masih banyak yang belum digali dan tersentuh. Tentunya potensi-potensi tersebut, seharusnya bisa menjadi kantong-kantong untuk menyumbang pendapatan asli daerah Banten," ujarnya.
Bukti lainnya masyarakat Banten belum sejahtera, lanjut JB, ialah banyaknya kelompok yang melakukan penggalangan dana, di sejumlah jalan untuk pembangunan masjid. Padahal, bantuan sosial dari pemerintah Provinsi terus bertambah setiap tahunnya.
"Ini saya nilai, pemerintahnya tidak melihat secara merata. Bagaimana mau lihat, kalau yang di lihat selalu sinetron di tv saja," kata JB. (rizki)








