InspirasiOpini

Resti Meidiyani Dimyati: Mengapa Harus Menghafal Al-Qur`an?

biem.co – Program yang sangat menggugah hati dan qalbu, Hafidz Indonesia RCTI berhasil menjadi acara yang sangat menginspirasi banyak anak-anak untuk termotivasi menghafal Al-Qur’an. Tak hanya itu, para orang tua pun mulai untuk mengarahkan diri mereka sendiri bersama anak-anaknya untuk mulai menghapal Al-Qur`an. Hafidz-hafidz cilik yang keluar menjadi pemenang, bukan sembarang penghapal. Selain diuji memori mereka dalam melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an beserta letak halaman, para hafidz diuji ketepatan bacaan (tajwid), pelafalan huruf (makhraj), tulisan ayat, solat-solat sunnah dan masih banyak lagi misi-misi lainnya.

Alasan mengapa kita diperintahkan untuk tak hanya sekedar mempelajari cara membacanya, bahkan menghafalkan di memori dan mengamalkannya di kegiatan sehari-hati kita. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca Al – Qur’an dan menghafalkannya, niscaya Allah akan memasukannya ke dalam surga dan menganugrahkannya hak untuk memberikan syafa’at kepada seluruh keluarganya yang telah ditetapkan sebagai penghuni neraka,” (H.R.Ibnu Majah). Dengan membaca Al-Qur’an seorang muslim akan mendapat keutamaan-keutamaan meski tidak memahami makna dan tafsirnya. Kendati bisa memahaminya, tentu akan lebih baik lagi. Berikut keutamaan membaca Al-Qur’an yaitu: menjadi manusia terbaik, dari Utsman bin ‘Affan Rad dari Nabi SAW beliau bersabda:

خَيرُكُم مَن تَعَلَمَ القُر اَن وَعَلَمَهُ

“Sebaik-baiknya kamu adalah yang mempelajari Al- Qur’an dan mengamalkannya.” Al-Qur’an pula memberi syafaat di hari kiamat, memberikan kenikmatan yang tiada bandingnya (membaca dan mengamalkannya), dan pahala yang berlipat ganda.

Al- Qur’an adalah firman Allah SWT yang selalu aktual. Ayat- ayatnya akan senantiasa realistis sepanjang masa. Sebab, Al-Qur’an bukanlah penyifatan tentang kejadian masa lampau yang sudah berakhir. Akan tetapi, ia merupakan hukum Allah untuk seluruh manusia dan segala peristiwa. Allah SWT telah menjamin untuk tetap menjaga Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya, Al-Hijr ayat 9:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. Berdasarkan ayat ini, orang – orang zalim tidak akan mampu menggantinya, menambahkan sesuatu, ataupun mengurangi sesuatu darinya

Masih ingat mashita? hafidz cilik yang juga seorang tuna netra. Ia mampu menghapal dan mempelajari Al-Qur’an braillenya. Dan seorang nenek bernama Ummu Shalih berusia 70 tahun yang mampu menghapal Al – Quran 30 juz saat usia 82 tahun? Apakah itu benar terjadi? Jawabannya tentu saja. Allah SWT telah memberikan kemudahan dalam membaca dan menghapalnya bagi siapapun yang sungguh-sungguh bertekad. Allah SWT berfirman dalam Al – Qamar ayat 17 :

“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Ibnu Abbas RA berkata: Kalau bukan karena kemudahan yang diberikan Allah SWT kepada manusia niscaya tidak ada seorang pun yang mampu membaca Kalamullah. Begitulah janji Allah. Adapun yang sangat memberatkan kita untuk menghapal Al-Qur’an adalah rasa takut dan niat yang tak teguh.

Setiap orang yang telah menyatakan dirinya untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan kekasih mereka, maka dengan sendirinya orang tersebut akan senantiasa dilancarkan segala urusannya, dituntun kepada jalan yang benar, dirinya akan senantiasa berhiaskan akhlaqul karimah, dihindarkan dari godaan dan kemaksiatan yang memabukkan. Oleh karena itu, para penghapal harus membawa diri menghindari segala hal yang berlebihan, melawan rasa malas, dapat mengatur waktu sehingga seluruh kegiatannya bermanfaat,menyeimbangkan antara hablumminallah dan hablumminannas.. Lalu akankah kita masih menutup mata untuk Al – Qur’an? Menjadikan kesibukan sebagai alasan, sementara banyak di luar sana yang lebih sibuk atau menderita mampu mengkaji dan menghapal Al – Qur’an? Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang senantiasa menanamkan, mengkaji, menghapal dan mengamalkan Al- Qur’an. Wallahu’alamu bisshowaab. (resti)


Resti Meidiyani Dimyati, adalah mahasiswa AIKA 2016.

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *