Inspirasi

Kultum Bersama Imam al-Ghazali: Khauf dan Turunannya

Hakikat khusuk berarti ketenangan dan tidak bergeraknya hati dan anggota tubuh sebab hati menyaksikan sesuatu yang agung atau menakutkan secara nyata”

Sedih, Tunduk, Belas Kasih, Khusuk dan Wara’ sebagai Buahnya

ILMU KHAUF (TAKUT) yaitu menyaksikan sifat-sifat ketuhanan dan kaitannya dengan perbuatan mendekatkan dan menjauhkan, membahagiakan serta menyengsarakan, tanpa perantara maupun sesuatu yang mendahului.

Khauf ini ditunjukan pada diri sendiri, dan harus diyakini karena termasuk bagian keimanan kepada Allah swt. dan faedahnya bisa dirasakan oleh mereka yang berpindah dari melihat banyaknya amal menuju ketenangan dan keamanan dari rekayasa Allah. Sebab tidak ada yang  merasa aman dari rekayasa Allah, melainkan orang-orang yang merugi.

Khauf yang tidak ditujukan untuk diri sendiri ada dua macam: Pertama, takut dicabut nikmatnya. Takut semacam ini mendorong untuk memiliki adab dan melihat nikmat. Kedua, takut terhadap hukuman yang diakibatkan oleh kejahatan. Kadar wajibnya, hendaknya takut ini mendorong untuk meninggalkan larangan dan mengerjakan perintah.

Dan hal atau keadaan khauf ini sebaiknya disertai rintihan dan kegelisahan hati karena membayangkan sesuatu yang tidak disukai atau lepas darinya. Jika keduanya adalah hal yang terpuji, hukumnya wajib atau sunah. Bila merupakan sesuatu yang tidak disukai, maka hukumnya menjadi terlarang dan makruh.

Selanjutnya, hakikat qabdh berarti mengetuk hati. Kadangkala sebabnya diketahui sehingga hukumnya sama dengan kesedihan, dan terkadang tidak diketahui dan menjadi hukuman bagi murid karena gegabah di kala senggang (basth).

Adapun hakikat isyfaq yaitu bersatu dan seimbang antara khauf dan raja’; hakikat khusuk berarti ketenangan dan diamnya hati beserta anggota tubuh, sebab hati menyaksikan sesuatu yang agung atau menakutkan secara nyata. Dan hakikat wara’ adalah menghindari sesuatu karena takut terhadap bahaya yang ditimbulkan olehnya. Allah swt. Mahatahu.

***

*) Naskah diambil dari buku “Taman Kebenaran; Sebuah Destinasi Spiritual Mencari Jati Diri Menemukan Tuhan” yang diterbitkan Turos. Terjemahan singkat dari Kitab Raudhatu ath-Thalibin wa ‘Umdatu as-Salikin karangan Imam al-Ghazali. Penerjemah: Kaserun AS. Rahman.



Editor : Jalaludin Ega

Related Articles

Berikan Komentar