biem.co – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berhasil mengidentifikasi 453 konten hoaks selama Maret 2019 ini. Dari jumlah tersebut, 130-nya merupakan hoaks politik. Hoaks politik ini berupa kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi yang dipublikasikan Kominfo, baru-baru ini.
Ferdinandus menyatakan, jumlah hoaks dan ujaran kebencian terus meningkat menjelang hari pencoblosan 17 April 2019.
“Peningkatan jumlah konten hoaks sangat signifikan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2019. Sebanyak 175 konten hoaks yang berhasil diverifikasi oleh TIM AIS Kementerian Kominfo. Angka itu naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks. Angka tersebut menjadi 453 konten hoaks selama Maret 2019,” paparnya.
Namun dari jumlah 453 hoaks yang diidentifikasi selama Maret 2019 itu, lanjut Ferdinandus, selain terkait isu politik, juga menyasar pada isu kesehatan, pemerintahan, fitnah terhadap individu tertentu, kejahatan, isu agama, internasional, penipuan dan perdagangan, serta isu pendidikan.
“Kementerian Kominfo mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: [email protected] atau akun twitter @aduankonten,” pungkasnya. (hh)








