Kabar

Guru di Banten Ungkap Beragam Kendala Pembelajaran Daring

KOTA SERANG, biem.co – Sejak kebijakan social distancing diberlakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19, Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk melakukan segala aktivitas di rumah.

Di bidang pendidikan, kebijakan belajar di rumah pun menjadi solusi yang diterapkan seluruh sekolah dari berbagai tingkatan. Guru-guru diminta untuk memberikan pembelajaran berbasis dalam jaringan (daring).

Sayangnya, kebijakan ini membuat beberapa guru di Banten mengalami kendala, terlebih dengan adanya perpanjangan masa belajar di rumah.

Erni Rahmawati, pengajar tingkat SD di Kabupaten Serang mengaku kesulitan mengontrol para muridnya lantaran tidak semua diberikan fasilitas ponsel secara mandiri dari orangtua. Belum lagi dengan berlangsungnya ujian tanpa tatap muka.

“Pembelajaran jadi benar-benar enggak kondusif. Ada TO (red: Try Out) juga dikerjakan di rumah, itu sangat tidak efektif. Kita enggak bisa ngukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang sudah diajarkan,” ungkap Erni kepada biem.co, Minggu (30/3/2020).

Ia sangat berharap para orangtua dapat mendukung dan ikut bekerja sama dalam pembelajaran daring agar bisa sama-sama mengontrol kemampuan anak di tengah pandemi Covid-19.

“Semoga wabahnya segera berlalu dan semua kembali baik seperti semula,” ujarnya.

Kendala yang sama juga dirasakan Ika Wahyu Aprilia, pengajar di salah satu Sekolah Khusus (SKh) swasta. Adanya gap cara mendidik guru dan orangtua menjadi penyebab ketidakefektifan belajar dengan sistem daring.

“Jauh dari kata efektif. Bahkan, ada anak yang enggak mau ngerjain tugasnya, karena cara didik orangtuanya beda dengan cara guru mendidiknya pas sekolah. Mau ditegur enggak bisa, karena anak merasa bukan gurunya yang ngajar, jadi enggak mau ngerjain,” kisah Ika.

Ia pun tak memungkiri soal fasilitas belajar yang belum sepenuhnya memadai. Sehingga, hal itu juga dinilai Ika menghambat proses belajar dan penilaian para siswa.

“Ada beberapa anak yang masih belum punya hp, jadi enggak bisa ngumpulin tugas. Susah dihubungi. Ya, mau enggak mau dikumpulkan ketika masuk,” terangnya.

Sementara itu, Suly Maratusholichah yang juga melangsungkan kegiatan belajar-mengajar daring ini pun mengaku menemui berbagai kesulitan. Mulai dari kepasifan siswa, tingkat kehadiran, hingga kendala jaringan internet.

“Ya, sebenarnya sedih juga, sih. Karena kalau kita menerapkan pembelajaran online, kita enggak bisa mantau anak-anaknya langsung. Jadi, kita harus lebih ekstra lagi menilai kemampuan anak secara personal. Susah juga, apalagi kalau anaknya nggak ada kuota atau jaringan selulernya jelek. Banyak juga yang bilang ketiduran,” ungkap guru di salah satu SMA di Kota Serang ini.

Kendati demikian, dirinya menyadari bahwa kondisi buruk yang sedang dihadapi Indonesia dan dunia saat ini membuat banyak orang tak punya pilihan, termasuk mereka yang berkutat sebagai pengajar.

Oleh karena itu, tuntutan tetap memberikan fasilitas belajar yang baik kepada muridnya membuat ia melakukan berbagai cara agar pembelajaran yang ada lebih mudah dicerna, dengan membuat video materi sendiri misalnya.

“Kalau aku biasanya pertama ngasih video pembelajaran dulu tentang materinya, karena kebetulan kemarin sebelum libur baru aja PTS, kan. Pas libur ini harusnya masuk materi baru, jadi bikin videonya, kirim ke anak-anak. Anak-anak nonton videonya dulu, kalau ada yang belum ngerti bisa ditanyakan langsung via WhatsApp,” papar Suly.

Di luar berbagai kendala yang ada, ia bersyukur banyak muridnya yang bersemangat dengan diberlakukannya metode pengajaran tersebut.

“Mereka juga semangat dan lebih terbuka. Karena bisa nanya langsung, personal chat tanpa malu ke teman-temannya,” ujarnya.

Ia pun memberikan pesan kepada para murid untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang sekitar dengan tetap melakukan aktivitas di rumah masing-masing.

“Tetap lakukan hal positif, walaupun kita melakukan pembelajaran online, harus tetap semangat belajar. Ngerjain tugas dari guru-guru dengan sabar dan enjoy,” pesannya. (hh)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button