Opini

Syahrul Efendi Dasopang: Untuk Apa Pendidikan Itu Diberikan?

biem.co — Dalam situasi seperti sekarang ini, dan bahkan sejak dulu, hal mana seseorang berasal dari keluarga miskin akan kembali menjadi miskin, sedangkan seseorang dari keluarga kaya, lebih memungkinkan untuk tetap hidup sejahtera.

Terngianglah pertanyaan legendaris dari Tan Malaka: “Untuk apa pendidikan itu diberikan?” Pertanyaan ini tidak terjawab dalam konteks apa yang diuraikan pada kalimat pembuka di atas.

Adakah pendidikan menjamin seseorang yang diberikan pendidikan itu dapat lepas dari siklus atau lingkaran syetan yang ditimbulkan dari keluarga miskin? Apa saja pengetahuan dan keterampilan yang diberikan kepada yang dididik agar bisa hidup tenang, nyaman dan sejahtera dunia dan akhirat, sampai tidak sibuk menanggulangi kemiskinan materi dan spritualnya?

Di sini kita perlu menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan itu diberikan ialah supaya orang yang dididik tidak jadi SH alias Susah Hidup. Semua orang mengakui kesimpulan ini. Dan itulah objektif dari pendidikan yang diterima oleh semua orang. Sebab untuk apa pula orang bertahun-tahun menerima dan menjalankan program pendidikan kalau nyata dan akhirnya hanya kembali hidup susah di dalam kehidupannya di masyarakat.

Masalahnya sekarang, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman apa saja yang harus diberikan kepada orang-orang yang dididik agar setelah selesai masa pendidikannya tidak susah hidupnya apalagi jika sampai gagap dan gamang memasuki dunia ril. Dia harus tersalurkan pengetahuan, skill dan kemampuannya dalam masyarakat, apakah dia membangun sendiri institusi untuk menampung dirinya atau mengisi posisi yang sudah tersedia dengan rapi dalam institusi-institusi yang dibangun oleh masyarakat atau negara.

Jangan seperti keadaan sekarang, hal mana angka keluaran pendidikan dari menengah hingga tinggi, lebih banyak yang menganggur ketimbang yang tertampung. Malahan dengan tragis negara tidak sanggup mengatasinya dan hanya membiarkannya teranggur begitu rupa. Dan paling banter, pemerintah menganjurkan populasi terdidik tapi menganggur itu dengan aktif secara wirausaha guna melangsungkan kehidupannya. Kalau itu semua orang terpaksa juga menempuh itu. Di sini nyatalah arti dari pertanyaan Tan Malaka di atas: Untuk apa pendidikan itu diberikan?

Bila realitas output pendidikan secara nasional, baik kualitatif dan kuantitatif seperti sekarang ini, buat apa pendidikan diberikan sampai anggarannya besar begitu? (*)


Penulis adalah Pengamat Sosial Kebudayaan.

Editor: Esih Yuliasari

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button