Oleh Ferdiyan Ananta
PUISI
Di udara
aku tak menangkap kata-kata
hanya gelembung-gelembung peristiwa
yang mudah retak dan pecah.
Di balik jendela
di sela hujan yang mencumbu daun-daun
ingatan berderai lebih jauh
semua menolak untuk dikata
memilih tiada.
Orang bilang aku sedang merindu,
aku rasa tidak.
Orang bilang aku sedang patah
juga tidak.
Aku sedang mengadakan pesta
menyalakan lilin dan dupa
tapi lupa mengundang siapa
2016
PESTA API UNGGUN
Pesta telah selesai.
Segala keriuhan pada akhirnya akan menjadi
kata-kata yang sunyi
; uluk salam, perpisahan,
dan segala kenangan akan menghambur
ke angkasa.
Orang-orang mencoba lupa
menepi dari perjalanan satu ke perjalanan lain
dari peristiwa satu menuju peristiwa yang lain
namun sayang, itu hanya ilusi
sebab dunia dan segala isinya adalah jalanan
yang tak bertepi
tak berujung.
2016

RAMADHAN
Jatuh berpulang.
Aku
mencari lebaran
Cilegon, 2016
HAKIKAT SEBUAH PERTEMUAN
Tibalah kita pada hari ini
Mengemasi cerita sepanjang empat purnama
Melipat-lipat kenyataan bahwa setiap pertemuan mesti bercerai
Pulang
Apalah lagi yang kita punya
Selain cerita-cerita yang juga kelak akan sangat membosankan
Catatan-catatan yang kusam dan kumal
Atau kenangan yang tersangkut di jaring laba-laba kamar kita
Sebab itu
Aku enggan memberikan hatiku pada siapa pun
Aku tak rela ia terbelah
Antara kenyataan dan kehilangan
Cileungsi, 2017
Ferdiyan Ananta, lahir di Cilegon, 27 Februari 24 tahun silam. Menulis sejak menjadi pengurus bulletin sekolah di MA Al-Khairiyah Karangtengah, Cilegon. Semasa kuliah di UIN SMH Banten, tergabung dalam Majelis Puisi Toto ST Radik. Sempat menjadi wartawan di Majalah Ruang Rekonstruksi 2013-2014, dan menjadi Head Of Departemen dalam kurun waktu yang sama.
Beberapa karya sastranya terhimpun dalam antologi Sekedar Basmalah (Damar26 Publishing-2012), Sakatalope (Nekad Publishing, 2013), Wafak Mbah Koyod (Gong Publishing, 2013), dan Lentera Sastra (Lentera Internasional, 2013). Selain sastra, penulis juga aktif menulis karya ilmiah popular.
Rubrik ini diasuh oleh M. Rois Rinaldi.








