InspirasiOpini

Achmad Rozi El Eroy: Kasih Sayang dalam Islam

Oleh: Achmad Rozi El Eroy

biem.co — Bulan Februari, oleh sebagian orang disebut sebagai bulan kasih sayang. Puncaknya pada tanggal 14 Februari, yang sering disebut sebagai Valentine Days. Terlepas dari latar belakang penamaan tersebut, secara historis seharusnya kita bisa melihat secara obyektif bahwa yang disebut hari Valentine adalah produk dari kebiasaan orang-orang barat. Dan sebagai seorang Muslim, sebaiknya kita tidak mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang pernah dilakukan oleh orang barat tersebut, terlebih kebiasaan tersebut lebih banyak mengandung sisi mudharatnya daripada manfaat yang diterima.

Soal kasih sayang, Islam sejak kehadirannya telah menegaskan sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, yaitu memberi rahmat, kasih dan sayang kepada semua makhluk, termasuk kepada manusia. Rasulullah Saw sebagai pembawa risalah Islam, berkali-kali dalam setiap sabdanya mengabarkan bahwa Islam adalah agama kasih sayang, agama yang penuh dengan cinta damai, dan agama yang penuh dengan kesejukan. Tidak pernah kita dengar dalam sejarah, penyebaran Islam dilakukan dengan cara-cara kekerasan dan peperangan. Kecuali jika memang Islam itu sendiri di perangi, barulah Islam bangkit untuk melawan dan memerangi mereka yang menyerang Islam.

Kasih sayang dalam konsep Islam, jauh lebih universal. Melewati batas suku, agama, ras, budaya bahkan keyakinan sekalipun. Ketahuilah bahwa kasih sayang dalam Islam, tidak seperti konsep barat, dimana diperingati dengan seremonial yang gegap gempita tetapi miskin substansi. Kasih sayang dalam Islam dilakukan setiap waktu, tidak mengenal hari, bulan atau tahun. Setiap ada kesempatan, maka sudah seharusnya seorang Muslim untuk saling berkasih sayang dengan sesamanya, dan juga dengan makhluk yang lain. Kasih sayang dalam konsep Islam adalah berlandaskan pada perintah Ilahiyah, yang memiliki dimensi pahala dan dosa. Mereka yang merawat kasih sayang dengan silaturahmi, maka akan mendapatkan pahala. Sebaliknya bagi mereka yang memutus silaturahmi, mereka akan mendapatkan dosa. Simaklah Firman Allah Swt berikut ini;

“Bertakwalah kamu kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu meminta-minta dan peliharalah silaturahim.” (QS. An Nisa [4]:1)

Nabi Saw juga bersabda,

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah bersilaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkasih sayang dalam Islam tidak melihat status sosial, kasih sayang dalam Islam menerobos sekat-sekat status sosial yang saat ini pertontonkan oleh sebagian orang yang kaya. Kasih sayang adalah sebuah kebutuhan mendasar bagi setiap orang yang berakal, tidak disebut berakal jika ia mengingkari kebutuhan berkasih sayang. Setiap saat, waktu dan keadaan, orang pasti membutuhkan kasih sayang, baik dari Rabb-Nya, ataupun dari makhluk-Nya. Sebagai makhluk sosial, kita tentu membutuhkan kasih sayang, karena tanpa kasih sayang kita bukanlah siapa-siapa, dan pada akhirnya kita akan mengalami kekeringan, kegersangan dan kehampaan hati jika terputus dari hubungan kasih sayang.

Ingatlah Sabda Nabi Saw,

“Orang-orang yang menebarkan rahmat (kasih sayang) akan dilimpahi rahmat oleh Allah. Oleh karena itu tebarkanlah kasih sayang kepada semua yang dibumi ini, supaya dianugerahi kasih sayang oleh yang ada di langit.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Kembali pada kasih sayang bulan Februari, yang disebut sebagai hari Valentine Days, ketahuilah bahwa momentum tersebut merupakan sebuah kebid’ahan yang nyata, yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw, maupun oleh para Sahabat-sahabat beliau Saw. Dan siapa saja yang mengikuti dan melaksanakan peringatan hari kasih sayang (Valentine Days) dapat dikategorikan sebagai pelaku bid’ah, yang dihukumi haram untuk dilaksanakan. Perayaan Valentine Days dalam lintasan sejarah, merupakan bentuk perayaan yang mengandung kesyirikan, menebar perzinahan dan kemaksiatan-kemaksiatan yang sangat berbahaya bagi merka yang melakukannya. Dan Islam melarang umatnya untuk merayakan Valentine Days, dengan alasan apapun. Ingatlah Islam adalah agama yang penuh dengan kesempurnaan, semua bentuk-bentuk kasih sayang telah di atur oleh Islam, tidak perlu lagi kita mencari yang baru di luar Islam.

Ingatlah firman-Nya,

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Aku telah ridhai Islam sebagai agamamu.” (QS AL Maidah [5]:3).

Akhirnya masihkah kita mencari sesuatu yang baru dari Islam, sementara Allah telah menjamin kesempurnaan syariat-Nya bagi kita semua? Mari kita hentikan semua perilaku-perilaku kita yang tidak sesuai dengan syariat oleh Allah dan Rasul-Nya, termasuk adalah menghentikan kebiasaan merayakan Valentine Days. [wallahu’alam]


Achmad Rozi El Eroy, adalah spesialis penulis buku-buku religi, tinggal di Serang – Banten.
Twitter : @arozielerroy
Blog: www. enggus.wordpress.com
Facebook : Achmad Rozi El Eroy

Editor : Andri Firmansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *