KabarTerkini

Puluhan Stan Pameran Kosong, Dindikbud Kota Serang Tuding Disparpora Tumpang Tindih Berikan Izin

KOTA SERANG, biem.co – Persiapan serta niat baik dari gelaran Pameran Pendidikan dan Buku yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang dipandang Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Serang, M Ilham kurang mantap.

“Kita bisa lihat di lapangan banyak stan-stan yang kosong, dan sayang juga anggaran yang sudah dikeluarkan tersia-siakan. Harusnya bisa alokasikan ke kegiatan yang lain,” ungkap Ilham saat diwawancarai awak media di sekitaran lokasi pameran, Rabu (12/12).

Ilham menilai kegiatan yang digagas oleh Dindikbud Kota Serang tersebut sangat bagus, di samping pameran tersebut juga bisa menambah wawasan masyarakat Kota Serang. Namun hasil pantauan biem.co, pengunjung yang datang tidak banyak. Hanya ada segelintir orang dan beberapa siswa sekolah.

Dikatakan Ilham, hal ini sangat disayangkan lantaran stan-stan yang sudah disediakan oleh panitia penyelenggara tidak dimaksimalkan.

“Terlebih ini menggunakan uang rakyat, seharusnya acara ini dikemas agar lebih menarik,” tandasnya.

“Dindikbud Kota Serang harus bisa mempertanggungjawabkan ini, karena menyewa stan itu menggunakan APBD. Seharusnya dinas itu kalo ngadain acara, ya, bisa lebih terkoordinir, jangan terkesannya buang-buang anggaran karena akhir tahun atau bagaimana,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Serang, Akhmad Zubaidillah menuturkan bahwa pihaknya telah mengundang sebanyak 60 para pengisi stan, baik yang dari Kota Serang, Provinsi Banten maupun tingkat nasional.

“Ketika orang-orang pengisi stan dari Jakarta datang lokasi pameran itu tidak bisa masuk, karena H-1 acara masih ada pertandingan burung, sehingga orang-orang pengisi stan dari Jakarta tersebut menjadi apatis,” ujar Zubaidillah saat ditemui di kantornya.

Kepala Dindikbud Kota Serang sangat menyayangkan atas perizinan yang sudah masuk sejak jauh-jauh hari ke Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang.

“Tapi kenapa ketika H-1 masih ada kegiatan pertandingan burung? Seharusnya pihaknya memberikan izin, bilang saja kalau tanggal sekian masih ada kegiatan lomba burung. Saya Kecewa. Itu stan-stan yang kosong kebanyakan yang ngisi dari Jakarta,” ungkapnya.

Kepala Dindikbud Kota Serang juga menuding bahwa Dispora tumpang tindih dalam memberikan izin.

“Kalau sekiranya kegiatan belum selesai mah jangan kita disuruh masuk, kan logikanya seperti itu,”pungkasnya. (Iqbal/red)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar